Kamis 12 Maret 2020, 11:02 WIB

Waspada Korona, AS Larang Pendatang dari Eropa

Nur Aivanni | Internasional
Waspada Korona, AS Larang Pendatang dari Eropa

AFP
Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan negaranya terkait pengendalian virus korona, di Washington DC, Rabu (11/3/2020).

 

PRESIDEN AS Donald Trump pada Rabu (11/3) menangguhkan perjalanan dari Eropa ke Amerika Serikat selama 30 hari. Itu dilakukan dalam upaya baru untuk menghentikan penyebaran pandemi virus korona.Trump menekankan bahwa larangan itu tidak akan mencakup pelancong dari Inggris, yang baru-baru ini meninggalkan Uni Eropa. Larangan tersebut akan berlaku mulai Jumat (13/3) tengah malam.

"Ini adalah upaya paling agresif dan komprehensif untuk menghadapi virus asing dalam sejarah modern," katanya, seperti dikutip dari AFP, Kamis (12/3).

Dia mengumumkan serangkaian langkah-langkah yang dirancang untuk meringankan beban keuangan bagi orang-orang yang harus mengambil cuti berminggu-minggu dari pekerjaan saat berada di karantina.

"Saya yakin bahwa dengan terus mengambil langkah-langkah sulit ini, kami akan secara signifikan mengurangi ancaman terhadap warga kami. Dan kami pada akhirnya dan secepatnya akan mengalahkan virus ini," katanya.

Trump meminta orang tua untuk menghindari perjalanan yang tidak penting di Amerika Serikat. Tak lama setelah itu, Gedung Putih mengatakan Trump akan membatalkan perjalanan ke Nevada dan Colorado pada Kamis sebagai bentuk kehati-hatian. Dalam pidatonya, Trump memberikan penekanan keras pada peran Eropa dalam penyebaran virus, yang dimulai di Tiongkok dan kini telah menjelajah ke banyak tempat di dunia.

baca juga: Kasus Virus Korona di Qatar Bertambah 238 dalam Satu Hari

Trump mengatakan bahwa Uni Eropa gagal untuk mengambil tindakan pencegahan yang sama dan membatasi perjalanan dari Tiongkok dan hotspot lainnya seperti Amerika Serikat.

Sekitar 4.500 orang telah meninggal dunia di seluruh dunia. Pada Rabu, ada lebih dari 1.100 infeksi yang dikonfirmasi di Amerika Serikat dan 32 kematian, menurut penghitungan oleh Universitas Johns Hopkins. Angka diperkirakan akan meroket di Amerika Serikat setelah pengujian lagi dilakukan. (OL-3)

 

Baca Juga

AFP

Malaysia Catat 179 Kasus Covid-19 Baru, 90 Lainnya Pulih

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 05 April 2020, 21:27 WIB
Otoritas kesehatan Malaysia mengatakan ada 179 kasus covid-19 baru yang dilaporkan siang hari ini, Minggu (5/4), meningkatkan angka...
Ilustrasi

Berisik Saat Lockdown, Pria Tembak Mati Lima Orang

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 05 April 2020, 21:19 WIB
Seorang pria di Rusia menembak mati lima orang karena ribut berisik pada malam hari di jalan di bawah huniannya, kata para penyelidik,...
MI/Duta

Bayi Kembar Diberi Nama Corona dan Covid

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 05 April 2020, 17:40 WIB
Orangtua bayi kembar yang lahir di Rumah Sakit Dr Bhimrao Ambedkar Memorial di Raipur, ibu kota Negara Bagian Chhattisgarh, memberi nama...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya