Kamis 12 Maret 2020, 10:40 WIB

Dampak Gempa Cianjur Dua Rumah di Bandung Barat Rusak

Depi Gunawan | Nusantara
Dampak Gempa Cianjur Dua Rumah di Bandung Barat Rusak

DOK BPBD Kabupatenn Bandung Barat
Petugas BPBD Kabupaten Bandung Barat mengecek rumah rusak akibat gempa Cianjur Desa Puteran Kecamatan Cikalongwetan, Rabu (11/3/2020).

 

GUNCANGAN gempa magnitudo 3,7 berpusat di Kabupaten Cianjur yang terjadi pada Rabu (11/3) malam dirasakan kuat warga di Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat. Atas kejadian tersebut, dilaporkan dua rumah warga mengalami rusak ringan dan rusak sedang. Meski rumahnya rusak, pemilik rumah tidak sampai mengungsi.

"Pascagempa, kami cek di sekitar lokasi. Hasil pendataan, dua rumah warga terkena dampak gempa bumi di Cianjur yang terjadi pukul 21.41 WIB," terang personil BPBD Bandung Barat, Ceceng Sukandi, Kamis (12/3).

Rumah yang mengalami rusak ringan milik Rahmat, sedangkan rumah dengan kondisi rusak sedang milik Tarman. Keduanya tinggal di Desa Puteran Kecamatan Cikalongwetan.

"Kerusakan rumah korban hanya di bagian belakang dapur. Untuk korban luka dan jiwa tidak ada," ujarnya.

Seusai mendata rumah terdampak, Ceceng mengaku, personil BPBD langsung bergerak ke waduk Cirata yang berada di perbatasan Bandung Barat dan Cianjur.

"Kita konfirmasi dengan pihak pengelola waduk Cirata, untuk sementara aman dan di sana tidak ada kerusakan," katanya.

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)  Daryono menerangkan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya yang sangat dangkal hanya 2 kilometer, diyakini bahwa gempa ini merupakan gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake) akibat aktivitas sesar aktif.

"Dengan episenter gempa yang terletak di Waduk Cirata, maka diyakini bahwa yang menjadi pembangkit gempa ini adalah Sesar Cirata di Waduk Cirata," kata Daryono dalam keterangan tertulisnya.

baca juga: Polri-TNI Gelar Pasukan Pengamanan Ratu Belanda ke Danau Toba

Hasil kajian yang dilakukan oleh beberapa peneliti menunjukkan bahwa kegempaan mikro di Cirata memiliki kedalaman sangat dangkal kurang dari 10 kilometer, dengan mekanisme sumber gempa yang didominasi oleh sesar naik. Menurut dia, wilayah antara Cianjur dan Purwakarta termasuk daerah rawan gempa. Sejarah gempa merusak yang pernah terjadi di wilayah ini adalah Gempa Cianjur 1834 dan Gempa Purwakarta 1862. (OL-3)

 

Baca Juga

ANTARA

Pasien Sembuh Covid-19 Terus Bertambah

👤MI 🕔Selasa 07 April 2020, 04:30 WIB
SEJUMLAH pasien positif covid-19 di beberapa daerah sembuh sehingga mereka diperbolehkan pulang ke rumah...
MI/Denny Susanto

Anggaran Korona Jangan Dikorupsi

👤Denny Susanto 🕔Selasa 07 April 2020, 03:45 WIB
PEMANFAATAN anggaran tanggap darurat penanganan pandemi covid-19 atau virus korona jangan sampai...
ANTAR

Pemudik Kucingkucingan dengan Petugas

👤MI 🕔Selasa 07 April 2020, 03:05 WIB
SEJUMLAH pemudik tidak menghiraukan imbauan pemerintah agar tidak pulang kampung di tengah pandemi virus korona...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya