Kamis 12 Maret 2020, 09:40 WIB

Covid-19 Melonjak, Denmark Tutup Sekolah dan Universitas

Nur Aivanni | Internasional
Covid-19 Melonjak, Denmark Tutup Sekolah dan Universitas

AFP
Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen saat mengumumkan penangkalan virus korona di Copenhagen, Selasa (10/3/2020)

 

DENMARK akan menutup semua sekolah dan universitas, sekaligus memulangkan semua karyawan yang bekerja di sektor publik, untuk mengantisipasi virus korona. Pengumuman itu disampaikan langsung oleh  Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen, pada Rabu (11/3).

Denmark memiliki 514 orang yang didiagnosis virus korona pada Rabu, meningkat 10 kali lipat sejak Senin. Menteri Kesehatan Magnus Heunicke menggambarkan wabah virus korona sebagai peningkatan paling dramatis yang terlihat di Eropa.

Dikutip dari Channel News Asia, Kamis (12/3), Perdana Menteri mengatakan bahwa semua siswa di sekolah dan universitas akan dipulangkan Jumat (13/3). Dan semua fasilitas penitipan anak akan ditutup mulai Senin (16/3).

Frederiksen juga mendesak semua acara yang dihadiri lebih dari 100 orang dibatalkan. Itu diperketat dari jumlah sebelumnya sebesar 1.000 orang.

"Semua pengusaha sektor swasta didorong untuk memastikan bahwa sebanyak mungkin karyawan dapat bekerja dari rumah," kata Frederiksen, seperti dikutip oleh Bloomberg.

"Kita perlu membatasi aktivitas di masyarakat sebanyak mungkin, tanpa membiarkan masyarakat kita berhenti," tambahnya.

Sekitar US$20 miliar dalam potongan pajak akan diberikan untuk membantu perusahaan mengatasi dampak virus korona, demikian Bloomberg melaporkan.

"Kami tidak akan melewati ini sebagai negara tanpa biaya. Bisnis akan ditutup. Beberapa akan kehilangan pekerjaan mereka. Kami akan melakukan apa yang kami bisa untuk mengurangi konsekuensi bagi karyawan," kata perdana menteri.

baca juga: Italia Akan Belanjakan US$28 Miliar Untuk Atasi Korona

Søren Brostrøm, direktur The Danish Health Authority memprediksi jumlah kasus terpapar virus korona akan meningkat cepat dalam beberapa hari ke depan. Swedia juga telah melaporkan ditemukan sekitar 460 kasus yang dikonfirmasi. Dan sudah ada korban jiwa. Negara itu telah melarang pertemuan publik lebih dari 500 orang untuk menghentikan penyebaran penyakit. (Channel News Asia/OL-3)

 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Tak Hanya di Dalam Negeri, Para Pekerja Migran juga Diberi Bansos

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Selasa 07 April 2020, 14:01 WIB
Menlu menegaskan bahwa bantuan akan diberikan pada seluruh WNI yang penghasilannya menghilang karena terdampak...
AFP / Christophe SIMON

Eropa Diprediksi Bisa Jadi Hotspot Pandemi Virus Korona

👤Deri Dahuri 🕔Selasa 07 April 2020, 13:18 WIB
Iring-iringan jenazah akibat pandemi Covid-19 masih berlangsung di beberapa negara. Bahkan kini lebih dari 73 ribu orang meninggal dari...
AFP/Ted ALJIBE

Di Filipina, Pelanggar Lockdown akan Ditembak

👤Fajar Nugraha 🕔Selasa 07 April 2020, 12:23 WIB
Pulau utama Luzon di Filipina telah ditutup selama sebulan sejak 16 Maret, melarang orang meninggalkan rumah mereka kecuali untuk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya