Kamis 12 Maret 2020, 09:11 WIB

NasDem Dorong Digitalisasi Koperasi dan UMKM

Agus Utantoro | Nusantara
NasDem Dorong  Digitalisasi Koperasi dan UMKM

ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas
Perajin menyelesaikan pembuatan dompet di Warunggunung, Lebak, Banten. Saat ini masih minim UMKM menjadi bisnis digital.

 

ANGGOTA Fraksi Partai NasDem Dapil DIY, Subardi mendorong agar pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta koperasi  mulai memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan mengarah ke digitalisasi.

Ia menjelaskan konsep digitalisasi Koperasi dan UKM akan menyederhanakan administrasi, memudahkan penyaluran modal, serta pemberlakuan prioritas tertentu bagi Koperasi maupun UKM.

"Namun tentunya gagasan ini perlu didukung dengan infrastruktur digital serta peningkatan SDM yang terlibat di dalamnya," kata Subardi di depan 200 pelaku usaha UMKM dan koperasi di Bappeda Kabupaten Sleman, Rabu (11/3).

Menuru dia, infrastruktur digital mencakup pada ketersediaan sarana teknologi (internet). Sedangkan peningkatan SDM meliputi aksesabilitas atau daya jangkau dalam memanfaatkan pasar digital. Konsep digitalisasi, lanjutnya, memang  belum sepenuhnya efektif karena lemahnya dua faktor tersebut. Untuk itu ia mengajak perwakilan dari
Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi dan UKM serta perbankan sebagai penyalur dana bantuan. Kedua lembaga ini merupakan mitra kerjanya di Komisi VI DPR.

"Saya memanfaatkan kemitraan yang kooperatif antara DPR dengan pemangku kebijakan agar gagasan ini berjalan lancar," ujarnya.

Dari data Disperindag Kabupaten Sleman, saat ini  terdapat 48 ribu pelaku UKM. Dari jumlah ini, banyak pelaku yang masih dalam level usaha kecil  dan belum naik level menengah.

Perwakilan LPDB Kementerian Koperasi UKM, Rizky Pratama menambahkan untuk mendapatkan bantuan pendanaan dari LPDB serta cara-cara pelunasannya sangat mudah. Menurut dia, masyarakat dapat memilih pola syariah atau pola konvensional.

"Pola syariah pola bagi hasilnya 60:40 dari laba kotor. Laba 60% untuk koperasi dan 40% untuk LPDB. Opsi konvensional adalah  keringanan suku bunga mulai 4,5% per tahun," jelasnya.

Namun ia menegaskan dana bantuan modal hanya dapat disalurkan ke koperasi. Seangkan pelaku UKM yang ingin mengajukan pinjaman, katanya  dapat membentuk koperasi.

baca juga: Karhutla di Aceh Meluas Diduga Untuk Kebun Sawit

Subardi yakin konsep digitalisasi Koperasi dan UKM dapat mempermudah marketing digital. Melalui marketing digital, pelaku Koperasi dan UKM dapat menembus pasar online dan pasar modern. Kedua pangsa pasar ini sangat luas sehingga dapat memacu inovasi.  

"Saya yakin akan banyak pelaku UMKM yang naik kelas. Bahkan bisa bersaing setidaknya di level Asia Tenggara," pungkasnya. (OL-3)

 

Baca Juga

MI/Alexander P. Taum

Pemda Ngada Siapkan Bantuan Bagi Mahasiswa dan Petani Gagal Panen

👤Alexander P. Taum 🕔Rabu 08 April 2020, 16:00 WIB
Pemda Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, mempersiapkan bantuan keuangan kepada mahasiswa, pedagang kecil, pengendara ojek dan petani...
MI/Palce Amalo

Laboratorium Covid-19 di NTT Beroperasi Akhir April 2020

👤Palce Amal 🕔Rabu 08 April 2020, 15:55 WIB
Pembangunan laboratorium (lab) untuk pemeriksaan swab pasien terjangkit virus korona (covid-19) di Nusa Tenggara Timur, rampung akhir April...
Facebook @institutteknologibandung

Tiadakan Wisuda, ITB Terbitkan Ijazah Digital

👤Bayu Anggoro 🕔Rabu 08 April 2020, 15:13 WIB
"Cara membedakan yang asli dengan yang palsu, masyarakat dapat memeriksanya di laman...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya