Kamis 12 Maret 2020, 08:40 WIB

Keraton Berharap Benda-Benda Bersejarah Dikembalikan

Ardi Teristi Hardi | Nusantara
Keraton Berharap Benda-Benda Bersejarah Dikembalikan

ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Raja Belanda Willem Alexander (kedua kanan) bersama Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan HB X (kanan) keluar dari Gedong Jene.

 

RAJA Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima Zorreguita Cerruti menyambangi keraton, Candi Prambanan, dan Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, kemarin, dalam rangkaian kunjungan kenegaraan ke Indonesia.

Di Keraton Yogyakarta, keduanya diterima Sri Sultan Hamengku Buwono X, permaisuri GKR Hemas, dan para putri sekitar pukul 11.00 WIB. Raja dan Ratu Belanda disuguhi tarian Beksan Lawung Jajar di tratag Bangsal Kencono, lalu beramah-tamah dan menikmati makan siang di Bangsal Manis.

Sekitar 2,5 jam Raja dan Ratu Belanda berada di Keraton Yogyakarta. "Beliau untuk kedua kalinya kembali ke sini. Kalau dulu (1995) ikut ibunya, Ratu Beatrix, sekarang datang sendiri sebagai raja bersama queen," kata Sri Sultan.

Dalam kunjungan tersebut, imbuhnya, rombongan Raja Belanda hanya beramah-tamah. Dirinya juga tidak membahas benda-benda sejarah milik Keraton Yogyakarta yang masih disimpan di Belanda. "Tadi yang dialog (GKR) Mangkubumi (untuk penjajakan kerja sama).''

GKR Mangkubumi tahun lalu pernah diundang ke Belanda saat pembukaan museum yang berisi naskah-naskah dari Indonesia di Leiden. Sri Sultan pun berharap benda-benda bersejarah milik Keraton Yogyakarta bisa dikembalikan. Tidak hanya keris Pangeran Diponegoro yang sudah dikembalikan, tetapi juga naskah-naskah keraton yang masih disimpan di Belanda.

Selain di Keraton Yogyakarta, rombongan Raja Belanda juga mengunjungi Kampung Cyber UGM dan Candi Prambanan.

Rektor UGM Panut Mulyono mengatakan kunjungan Raja Belanda ke kampusnya kian mempererat hubungan Belanda dan Indonesia. Ikatan sejarah kedua negara begitu kuat dan bukti ikatan itu dapat dijumpai dalam bentuk tradisi, bahasa, dan arsitektur.

"Kerja sama di bidang pendidikan juga merupakan tradisi panjang kedua negara dengan banyaknya kolaborasi antara UGM serta perguruan tinggi lainnya di Indonesia dan institusi terkait di Belanda," terang Panut.

Kedatangan Raja Belanda juga dimanfaaatkan para peneliti UGM dari tiga disiplin ilmu, yaitu kesehatan, biologi, dan hukum, untuk mempresentasikan kerja sama dengan institusi di Belanda.

Di bidang kesehatan, misalnya, perwakilan UGM menyajikan kerja sama yang telah dilakukan dengan berbagai lembaga di 'Negeri Kincir Angin', salah satunya dengan Queen Maxima Hospital. (AT/UL/X-8)

Baca Juga

MI/Djoko Sardjono

Bantu Stok Darah PMI, Kodim 0723 Klaten Gelar Donor Darah

👤Djoko Sardjono 🕔Kamis 09 April 2020, 08:52 WIB
Komando Daerah Militer (Kodim) 0723 Klaten melaksanakan aksi donor darah untuk membantu stok darah PMI yang kini kekurangan akibat pandemi...
MI/ROMMY PUJIANTO

Petani NasDem Bangka Barat Manfaatkan Lahan 7 Ha Untuk Pertanian

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Kamis 09 April 2020, 08:40 WIB
Ketua Petani NasDem Bangka Barat, Wanara mengatakan sayap NasDem yakni petani Nasdem sangat konsen terhadap sektor pertanian,dengan...
MI/Heri Susetyo

Pemkab Sidoarjo Dapat Bantuan APD

👤Heri Susetyo 🕔Kamis 09 April 2020, 08:34 WIB
Minarak Brantas Gas Inc memberikan bantuan alat pelindung diri kepada Pemkab Sidoarjo, berupa  10 pakaian hazmat, 20 liter hand...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya