Kamis 12 Maret 2020, 07:30 WIB

Belanja Produk Lokal, Ekonomi Bergerak

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Belanja Produk Lokal, Ekonomi Bergerak

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) ,Teten Masduki.

 

UNTUK mempertahankan daya beli masyarakat di tengah mewabahnya korona, pemerintah menyiapkan paket stimulus terhadap UMKM.

Hal itu dikemukakan Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki, seusai membuka Indocraft 2020 di Jakarta, kemarin.

"Kami siapkan stimulus untuk UMKM. Kita banyak impor buah dan sayur dari Tiongkok. Ini bisa diganti produk dalam negeri. Jadi, sekarang belanja dan makan untuk menggerakkan ekonomi jangan sampai terhenti. Pada krisis 1998, UMKM menjadi penopang ekonomi nasional," kata Teten.

Chairman ASEAN-India Business Council sekaligus Board Member East Asia Business Council, Shaanti Shamdasani, pun memperkirakan dampak epidemi korona terhadap perdagangan dunia lebih besar daripada efek wabah SARS.

"Kekurangan bahan baku sangat terasa. Apalagi kita mendatangkan bahan baku 60%-70% dari Tiongkok. Kita lihat sampai April. Jika masih terjadi, kita akan memasuki krisis yang lebih parah dari 2008," ujar Shaanti dalam diskusi bertema Dampak virus korona terhadap ekonomi RI di Jakarta, kemarin.

Shaanti meminta pemerintah tidak menaikkan harga gas dan tarif listrik karena efeknya langsung berimbas kepada masyarakat. Selain itu, ia mengatakan pemerintah harus relaks terhadap pajak. "Pemerintah relaks dulu dalam mencari sumber pajak. Kalau uang lari ke pajak, pengeluaran susah. Kita harus menstimulus dengan cara (menggiatkan) belanja."

Di sisi lain, dalam penilaian Gubernur BI Perry Warjiyo, investor global masih memercayakan dana mereka di Indonesia kendati sentimen virus korona telah memaksa investor menjual surat berharga negara (SBN) dan saham mereka.

"Mereka belum hengkang. Jadi, sementara keluar dulu dari Indonesia dengan jual SBN dan saham, tetapi uangnya masih di sini," kata Perry di Hotel Pullman, Jakarta.

Salah satu dampak akibat penyebaran korona ialah keluarnya dana asing sebesar Rp40,16 triliun hingga Rabu (4/3). Angka tersebut terdiri atas obligasi pemerintah Rp31,76 triliun dan saham Rp4,87 triliun. Adapun sisanya keluar melalui penjualan SBN. (Des/Wan/X-3)

Baca Juga

Antara/Rosa Panggabean

BI: Global Bond Bisa Perkuat Cadangan Devisa

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 08 April 2020, 15:15 WIB
Hal itu ditegaskan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. Posisi cadangan devisa per Maret tercatat US$ 121...
Istimewa/Kemenkop UKM

Kemenkop dan UKM Lantik Pejabat Sesuai Protokol Covid-19

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 April 2020, 14:37 WIB
Menkop dan UKM Teten Masduki mengatakan pelantikan kali ini sebagai upaya konsolidasi internal dalam mengelola Koperasi dan UMKM khususnya...
MI/Pius Erlangga

MUFG dan BRI Suntik Investree Rp380 Miliar

👤Hilda Julaika 🕔Rabu 08 April 2020, 14:30 WIB
Pendanaan ini akan digunakan untuk mengembangkan layanan Investree dalam rangka mendukung...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya