Kamis 12 Maret 2020, 02:20 WIB

Kampus di AS Kini Pilih Belajar Secara Virtual

Kampus di AS Kini Pilih Belajar Secara Virtual

AFP

 

DALAM langkah dramatis, setidaknya selusin perguruan tinggi dan universitas di Amerika Serikat membatalkan kelas tatap muka dan beralih ke aktivitas belajar daring akibat meningkatnya jumlah korban virus korona di negara itu.

Pembatalan ini terfokus di negara-negara yang paling terpukul oleh covid-19, termasuk California, New York, dan Washington. Virus menginfeksi lebih dari 800 orang di AS dan mengakibatkan sedikitnya 28 orang meninggal.

Universitas Harvard, misalnya, meminta mahasiswa untuk tidak kembali ke kampus setelah liburan musim semi dan mengatakan akan pindah ke pengajaran virtual pada 23 Maret.

"Keputusan untuk pindah ke instruksi virtual ini untuk meminimalkan kegiatan berkumpul dalam kelompok besar dan menghabiskan waktu lama dalam jarak yang dekat satu sama lain di kelas, ruang makan, dan bangunan tempat tinggal." ungkap kampus tersebut.

Universitas Columbia, Princeton, Stanford, hingga Universitas Negeri Ohio, Universitas South California dan Universitas Washington juga mengumumkan tindakan serupa yang disebut social-distancing.

Princeton di New Jersey mengatakan semua kuliah, seminar, dan kursus akan beralih ke daring setelah reses musim semi minggu depan dan akan berlangsung hingga setidaknya 5 April.

Adapun Stanford University di California, membatalkan semua kelas untuk dua minggu terakhir semester musim dinginnya. Ohio State University menghentikan sementara kelas-kelas tatap muka hingga 30 Maret.

Bryan Alexander, seorang mahasiswa senior di Universitas Georgetown, mengatakan sebagian besar universitas memiliki infrastruktur teknologi yang memadai untuk melakukan kelas daring.

Namun, pihak yang tidak akrab atau tidak memiliki teknologinya mungkin akan menghadapi kesulitan.

"Kesulitannya ialah fakultas yang tidak memiliki pengalaman dalam mengajar daring. Mereka harus bergeser dengan cepat serta menerjemahkan materi kelas secara daring," kata Alexander kepada Al Jazeera.

"Tidak semua siswa juga memiliki akses ke teknologi yang memadai. Jika di rumah mereka tidak ada akses internet yang baik dan perangkat keras yang tepat, bisa menjadi masalah," tambahnya.

Adapun mahasiswa Harvard bernama Tom Osborn, 24, dari Kenya mengaku terkejut dengan pengumuman itu yang memberi mahasiswa hanya lima hari untuk menyelesaikan tugas perkuliahan. (Haufan Hasyim Salengke/X-11)

Baca Juga

AFP/INDRANIL MUKHERJEE

Presiden Portugal Serukan Persatuan Nasional Lawan Covid-19

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Selasa 07 April 2020, 17:40 WIB
Presiden Portugal Marcelo Rebelo de Sousa menyerukan persatuan nasional untuk atasi krisis kesehatan masyarakat yang disebabkan covid-19....
Ina FASSBENDER / AFP

Gara-gara Covid-19, Robot Gantikan Mahasiswa Jepang Hadiri Wisuda

👤 Nur Aivanni 🕔Selasa 07 April 2020, 17:19 WIB
Robot itu mengenakan topi dan toga wisuda dalam acara wisuda di Business Breakthrough University di Tokyo. "Wajah" robot adalah...
 SAM PANTHAKY / AFP

907 WNI Jamaah Tablihg Terjebak di Luar Negeri Karena Covid-19

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Selasa 07 April 2020, 16:37 WIB
Setidaknya 907 orang WNI jamaah tabligh masih berada di luar negeri. Sebagian besar berada di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya