Rabu 11 Maret 2020, 19:17 WIB

Dinas Lingkungan Hidup Aktif Tingkatkan Kualitas Lingkungan 

mediaindonesia.com | Humaniora
Dinas Lingkungan Hidup Aktif Tingkatkan Kualitas Lingkungan 

Istimewa
Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), RM Karliansyah.

 

Dinas Lingkungan Hidup Aktif Tingkatkan Kualitas Lingkungan 

DIREKTUR Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), RM Karliansyah seluruh jajaran dinas lingkungan hidup di daerah untuk aktif melakukan kordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah atau SKPD dalam rangka meningkatkan kualitas dan pemulihan lingkungan.

Permintaan  Dirjen RM Karliansyah ini  dikemukakan ketika menutup Rapat Kerja Tehnis (Rakernis)  Ditjen PPKL  di Hotel Aruna Senggigi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NT), Rabu (11/3). 

Rakernis bertema 'Tingkatkan IKLH (Indeks Kualitas Lingkungan Hidup), Pulihkan Kualitas Lingkungan'  berlangsung selama empat hari sejak Minggu (8/3) dan diikuti 289 perserta baik dari jajaran Ditjen PPKL Kementerian LHK, dinas lingkungan hidup seluruh Indonesia, dan para pegiat lingkungan.

Lebih lanjut Karliansyah mengingatkan agar jajaran dinas lingkungan hidup melakukan verifikasi ulang atas hasil identifikasi atau inventarisasi program kegiatan untuk kemudian  segera diusulkan kepada kepala daerah (bupati/wali kota atau gubernur) masing-masing terkait APBD atau menteri terkait dana alokasi khusus atau dana dekonsentrasi.

“Seperti diingatkan oleh Ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya ketika membuka Rakernis ini bahwa koordinasi dengan SKPD itu sangat penting. Juga verifikasi ulang di  lapangan,” tandas Dirjen Karliansyah.

Sementara itu Sekretaris Direktorat Jenderal PPKL, Sigit Reliantoro, yang membacakan keseluruhan hasil Rakernis ini mengatakan, indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH) pada RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2020-2024 terdiri dari lima komponen yaitu indeks kualitas udara (IKU), indeks kualitas air (IKA), indeks tutupan lahan yang terdiri dari indeks kualitas lahan dan indeks kualitas ekosistem gambut, serta indeks kualitas air laut (IKAL). 

Guna mempertimbangkan komponen pembentuk IKLH, lanjut Sigit Reliantoro,  maka substansi yang dibahas dalam Rakernis ini dibagi ke dalam lima kelompok dan difokuskan pada upaya peningkatan nilai setiap indeks. 

Adapun pembagian materinya  sebagai berikut, pertama, pengendalian pencemaran udara untuk meningkatkan nilai IKU lalu. Kedua pengendalian pencemaran air untuk meningkatkan nilai IKA.

Sementara itu, ketiga, pengendalian kerusakan lahan untuk meningkatkan nilai IKTL. Keempat, pengendalian kerusakan gambut untuk meningkatkan nilai IKEG. Terakhir atau kelima, pengendalian pencemaran dan kerusakan laut meningkatkan nilai IKAL

Mengenai indeks kualitas air, Sigit Reliantoro menyebutkan, rata-rata kenaikan 4,8% per-tahun dari baseline tahun 2019, maka intervensi dilakukan dengan infrastruktur dan non-fidik. Adapun intervensi insfrastruktur meliputi IPAL domestik, IPAL industri kecil, biodigester,  ekoriparian,  percontohan penambangan emastanpa merkuri

Sementara intervensi non-fisik meliputi;  patroli sungai, bersih-bersih  sungai, penanganan penambangan rakyat, dan peningkatan kapasitas (Bintek)

Untuk indeks kualitas tutupan lahan, ungkap Sigit,  rata-rata kenaikan 2,19% per-tahun dari baseline tahun 2019 dengan intervensi  penyusunan dan pengesahan RTRW,  penyusunan RPRHL, memastikan target IKTL tercantum dalam RPJMD.

Selain itu, dilakukan koordinasi antara para pemangku kepentingan tingkat provinsi, penguatan koordinasi dan fasilitasi pencapaian targetkabupaten/kota, melakukan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL), melakukan inventarisasi lapangan terhadap potensi peningkatan tutupan lahan.

“Adapun melakukan penambahan tutupan vegetasi melalui empat langkah yakni penambahan ruang terbuka hijau, pemulihan lahan bekas tambang, kegiatan pembangunan ekorivarian, dan penanaman vertiver,” ujar Sigit Reliantoro

Mengenai Indeks Kualitas Ekosistem Gambut, Sigit Reliantoro menyebutkan rata-rata kenaikan 2,2% per-tahun dari baseline tahun 2019, lalu intervensi penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut  (RPPEG) provinsi di tahun 2020 bagi provinsi yang belum memulai menyusun RPPEG.

Menurut Sigit, penyusunan RPPEG kabupaten atau kota dapat dimulai secara paralel dengan penyusunan RPPEG provinsi, desa mandiri peduli gambut dengan, dan  kegiatan tata kelola air, rehabilitasi dan  revegetasi, serta peningkatan perekonomian masyarakat

Begitu juga dengan indeks kualitas air laut, disebutkan Sigit Reliantoro,  rata-rata kenaikan 2% per-tahun dari baseline tahun 2019 dengan  intervensi  pembangunan infrastruktur penanganan land based pollution di muara sungai dan pesisir melalui emasangan jaring sampah, pembangunan sabuk hijau (greenbelt) di muara sungai, lalu  coastal clean up (CCU), pemantauan sampah di laut, dan pemantauan kualitas air laut.

Program unggulan KLHK yang lengkapnya bernama Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper). Sigit menjelaskan bahwa telah disepakati sebanyak 576 perusahaan dari target 500 perusahaan (115%) dievaluasi dinas lingkungan hidup (DLH) provinsi menggunakan APBD. Tiga provinsi tidak hadir dan satu  provinsi tidak dapat mengalokasikan APBD. (RO/OL-09)

Baca Juga

Istimewa

Kadin Gandeng Yayasan Tzu Chi Sumbang 80 Ton Kebutuhan Medis

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 06 April 2020, 20:15 WIB
Kadin menggandeng Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia untuk melanjutkan donasi alat kesehatan bagi penanganan pandemi virus korona...
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Doni: 20 Dokter Meninggal, Stop Praktik Dokter Gigi dan THT

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 06 April 2020, 20:14 WIB
Doni meminta Kemenkes untuk segera mengeluarkan surat edaran agar praktik dokter gigi dan THT tidak beroperasi sementara waktu guna...
Antara

Ini Jadwal Terbaru Pendaftaran dan Pelaksanaan UTBK 2020

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Senin 06 April 2020, 19:35 WIB
Pendaftaran UTBK dan SBMPTN akan digelar pada 2-20 Juni 2020. UTBK dilaksanakan pada 5-12 Juli 2020. Sedangkan pengumuman SBMPTN dilakukan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya