Rabu 11 Maret 2020, 18:20 WIB

Kemenkes Kirim Tenaga Medis tambahan ke Sikka

Ferdian Ananda Majni | Nusantara
Kemenkes Kirim Tenaga Medis tambahan ke Sikka

Ilustrasi
DBD

 

PENCEGAHAN epidemi demam berdarah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kirim penambahan tenaga medis ke Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan saat ini karena jumlah kasus DBD di Kabupaten Sikka terus meningkat, per hari ini mencapai 1.209 tentunya membutuhkan tenaga medis tambahan.

"Kita (Kemenkes) membawa dokter spesialis tambahan, dan menambah 20 perawat medis, untuk ditugaskan di puskesmas-puskesmas," kata Siti Nadia, dalam keterangannya di Gedung Kemenkes, Jakarta Selatan, Rabu (11/3).

Siti Nadia menyebut sebelumnya juga telah ada penambahan tenaga medis dari kabupeten lainnya untuk ditugaskan ke Kabupaten Sikka. Begitu juga tambahan tenaga 3 orang spesialis anak dari RSP AD dan 2 spesialis penyakit dalam guna bmembantu penanganan anak di 3 Rumah Sakit tersebut.

"Saat ini yang memfasilitasi tetap kepemimpinan itu ada dinas kesehatan kabupaten Sikka tetapi Pak Menteri Kesehatan itu meninggalkan staf ahli menteri Pak Slamet di sana selama 4 hari ini untuk membantu memfasilitasi dan koordinasi yang terjadi karena sebelum-sebelumnya kita berikan rencana," sebutnya

Siti Nadia menambahkan, seharusnya yang di lakukan PSN terorganisir dengan baik namun masih kurang pergerakannya sehingga kapuskes TNI melalui kesehatan Kodam di sana menginstruksikan seluruh prajurit yang ada untuk membantu PSN ini.

"Jadi Seminggu ini saya melihat bahwa upaya untuk melakukan pengendalian terutama PSN ini yang cukup efort. Tentu kita melakukan penguatan Dinas Kesehatan, saya rasa orang pintar selalu semuanya kumpul di Jakarta, jadi memang kita harus lakukan penguatan seperti yang dilakukan pada minggu ini," terangnya.

Terkait peningkatan fasilitas dan kelas rumah sakit, kata Siti Nadia, fasilitas yang ada sebenarnya telah memadai untuk menangani kasus DBD tersebut. Sehingga tidak terlalu mendesak untuk peningkatan kelas rumah sakit

"Tidak masalah ya, cukup. Hanya karena jumlah kasus dalam satu waktu begitu besar itu otomatis berkurang tenaga medisnya, dibandingkan jumlah pasien dan dokter. Kalau sudah normal kita tidak butuh (peningkatan rumah sakit)," pungkasnya. (OL-2)

Baca Juga

MI/DWI APRIANI

Pekan Depan, Penumpang Kereta di Sumsel Wajib Pakai Masker

👤Dwi Apriani 🕔Rabu 08 April 2020, 12:17 WIB
Bagi penumpang yang tidak mengenakan masker atau kain penutup mulut dan hidung dilarang naik kereta api maupun LRT Sumsel, dan untuk tiket...
MI/MOHAMAD IRFAN

Walhi: Hentikan Pembahasan RUU Omnibus Law dan RUU Minerba

👤Denny Susanto 🕔Rabu 08 April 2020, 12:09 WIB
Situasi darurat kesehatan ini seharusnya mendapatkan perhatian penuh DPR RI, sesuai tugas dan kewenangannya sebagai legislator. Bukan ...
MI/Rudi Kurniawansyah

PSBB di Riau Terhambat Kepulangan TKI dari Malaysia

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Rabu 08 April 2020, 12:01 WIB
PSBB belum bisa dilaksanakan di Riau. Untuk itu Pemprov Riau mengharapkan kepulangan TKI lewat pintu masuk di Riau dapat disegerakan dengan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya