Rabu 11 Maret 2020, 16:50 WIB

Dinkes Kota Tasikmalaya Borong 100 Jas Hujan

Adi Kristiadi | Nusantara
Dinkes Kota Tasikmalaya Borong 100 Jas Hujan

MI/Adi Kristiadi
Petugas medis di kota Tasikmalaya memakai jas hujan untuk melindungi diiri

 

Pemerintah daerah bersama dinas kesehatan (dinkes) Kota Tasikmalaya memborong kebutuhan tim medis dan petugas untuk dikenakan saat berada di ruang isolasi rumah sakit umum daerah Kota Tasikmalaya. Kebutuhan tersebut berupa jas hujan plastik seharga Rp10.000.

Kepala Dinkes Kota Tasikmalaya Uus Supangat mengatakan kebutuhan pihaknya membutuhkan alat pelindung diri (APD) untuk digunakan para petugas dan medis RSUD dr Soekardjo. Namun, karena APD belum tersedia, mala selama ini para tenaga medis memakai jas hujan walau secara SOP penggunaan tersebut tidak boleh.

"Memang penggunaan alat pelindung diri bagi petugas dan medis selama berada di ruang isolasi di RSUD sangat efektif tapi ketersedianya memang sangat minim. Ini mengingat adanya keterlambatan dari pemerintah provinsi dan pusat. Akhirnya alat pelindung diri yang digunakan mereka adalah jas hujan plastik dan itu sengaja dibeli dengan harga Rp10.000," kata Uus, Rabu (11/3).

Uus mengatakan minimnya peralatan medis dan petugas yang dilakukan selama ini hanya karena terpaksa. Pasalnya di Tasikmalaya ketersediaannya kurang dari 5 APD dan semua digunakan dalam satu kali pakai. Oleh karena itu, untuk menangani orang dalam pemantauan maka Dinas Kesehatan dan pemerintah terpaksa harus membeli 100 jas hujan plastik.

"Kota Tasikmalaya selama ini tidak memiliki dana talang dari anggaran untuk mengantisipasi virus korona. Jadi, biaya tersebut dibeli dari uang pribadi sebesar Rp1 juta hingga dapat membeli 100 jas hujan plastik. Bantuan APD tidak seperti kasus flu burung yang mengalir, tetapi sudah kami usulkan peralatan itu walau belum ada tanggapan apapun. Jadi, pemerintah berinisiatif membeli jas hujan. Inilah yang dipakai para petugas dan tim medis sambil menunggu bantuan APD," ujarnya.

Menurut Uus, alat pelindung diri yang selama ini digunakan medis maupun petugas RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya memang serba kekurangan. Mulai dari sepatu boot hingga kasur. Namun, untuk mengantisipasi virus korona, para petugas terlebih dulu disemprot disinfektan sebelum mengantar orang dalam pemantauan (ODP). (OL-14)

 

Baca Juga

Dok Laboratorium Diagnostik Yayasan Tahija

Lab Yayasan Tahija di UGM Mulai Periksa Sampel covid-19

👤Ardi Teristi 🕔Selasa 07 April 2020, 15:41 WIB
Kemudian, lab ini memiliki 2 unit mesin qPCR (Roche-Lightcycler 480 II) dengan kondisi baik dan selalu dilakukan pemeliharaan...
Antara

Minggu Pertama April, 4.542 Pemudik Masuk Sleman

👤Agus Utantoro 🕔Selasa 07 April 2020, 15:33 WIB
Para pemudik yang masuk, kata dia, diwajibkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan...
MI/Belviani Sianturi

Mau Masuk Kota Pematangsiantar Kesehatannya Diperiksa

👤Apul Iskandar Sianturi 🕔Selasa 07 April 2020, 15:30 WIB
SEMUA kendaraan umum mulai hari ini wajib berhenti di pintu masuk Kota Pematangsiantar, pengemudi dan penumpang dicek...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya