Rabu 11 Maret 2020, 15:40 WIB

12 Emiten BUMN akan Buyback Saham Senilai Rp8 Triliun

Hilda Julaika | Ekonomi
12 Emiten BUMN akan Buyback Saham Senilai Rp8 Triliun

ANTARA/GALIH PRADIPTA
Pekerja melihat layar pergerakan saham di Jakarta, Senin (9/3).

 

SEBANYAK 12 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan melakukan pembelian saham kembali (buyback saham) sebesar Rp8 triliun. Buyback ini dilakukan untuk membantu menekan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang akhir-akhir ini tengah bergejolak. 

Buyback juga menjadi upaya menahan laju pelemahan indeks saham sebagai imbas dari aksi jual (sell off) investor asing.

Menurut Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo saat ini BUMN tengah melakukan rapat komisaris. Setelah pemegang saham BUMN merestui untuk melakukan bayback, ketentuan buyback akan diumumkan.

“Kita ada 12 BUMN seperti Bank BRI, Bank Mandiri, Jasa Marga, hingga Waskita itu mereka menyediakan dana total Rp8 triliun. Mulai hari ini mereka lagi rapat persetujuan (komisaris). Mungkin besok akan muncul ketentuan konfirmasi untuk diumumkan setelah direstui BUMN,” ujarnya kepada awak media di Jakarta, Rabu (11/3).

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan dana Rp8 triliun ini menggunakan likuiditas masing-masing perusahaan. Kartika menyatakan, perihal pembiayaan akan diserahkan pada masin-masing emiten perusahaan. 

Menurutnya secara proporsi ekuitas yang besar memang dimiliki oleh sektor perbankan. Karena sektor ini memiliki pendanaan yang besar. Namun, jika perusahaan tidak memiliki ekuitas maka tidak bisa masuk daftar BUMN yang melakukan buyback. Ia mencontohkan PT Adhi Karya yang tidak memiliki ekuitas.

“Dana Rp8 triliun ini pakai ekuitas masing-masing. Kalau secara proporsi yang besar memang di perbankan. Karena perbankan memang lebih besar dananya. Tapi kalau yang konstruksi mereka yang enggak punya ekuitas Seperti PT Adhi Karya mungkin enggak masuk,” imbuhnya.

Baca juga: Diguncang Korona, BI: Dana Asing Belum Hengkang

Di kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan Indonesia tidak perlu khawatir ketika investor asing tidak percaya diri dengan kondisi pasar modal dalam negeri. Menurutnya ketika investor asing tidak percaya maka Indonesia bisa menjalannya sendiri. Dengan market yang besar dan penetrasi market yang tepat, investor domestik dinilainya akan membuat kondisi membaik.

“Tapi gini saya tambahkan juga buyback inikan juga ada dua. Satu, ketika asing tidak percaya sama kita ya kita jalan sendiri. Kita punya market yang besar. Toh kita juga melakukan penetrasi market yang kemarin juga membaik. Kalau mereka enggak percaya, kita lakukan sendiri,” tegasnya. (A-2)

Baca Juga

MI

PLN Kerja Sama dengan Aparatur Daerah Jangkau Daerah Terpencil

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 April 2020, 19:23 WIB
Hingga Pukul 09.00 WIB, 10 Juta Pelanggan Prabayar Sudah Dapat Nikmati Token Listrik...
MI/USMAN ISKANDAR

Kondisi Perbankan Masih Baik

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 05 April 2020, 19:14 WIB
Kondisi perbankan hingga saat ini masih cukup baik meski pandemi covid-19 perlahan memukul berbagai sektor...
Antara

Polri Akan Pidanakan Penimbun Sembako

👤Tri subarkah 🕔Minggu 05 April 2020, 18:15 WIB
 "Kita mengawal dan memastikan ketersediaan bahan-bahan pokok dan hal-hal yang menyangkut kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya