Rabu 11 Maret 2020, 13:13 WIB

Minimnya Perhatian Orang Tua Picu Anak Lakukan Kekerasan

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Minimnya Perhatian Orang Tua Picu Anak Lakukan Kekerasan

Medcom.id/Intan Yunelia.
Wakil Ketua KPAI, Rita Pranawati.

 

WAKIL Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Rita Pranawati mengatakan, salah satu faktor yang dapat menyebabkan anak melakukan tindak kekerasan yakni kurangnya perhatian dari orang tua. Anak yang kekurangan perhatian biasanya tumbuh menjadi tipe pembully di lingkungannya.

Rita menuturkan, anak dengan tipe seperti ini perlu diberi perhatian khusus oleh guru untuk mencegah timbulnya tindak kekerasan.

“Di sekolah kalau kelihatan ada anak yang tipikal pem-bully, menurut saya harus mendapat perhatian lebih. Biasanya anak-anak seperti itu anak kurang perhatian dan ingin cari perhatian. Jadi memang harus ada pendekatan,” kata Rita saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (11/3).

Menurut Rita, guru perlu mengajak bicara anak-anak yang dinilai bermasalah di sekolah. Menjadi tempat curhat murid sehingga tahu apa yang dia inginkan dan apa masalah yang sedang dihadapinya.

“Jadi dia juga lama-lama akan sungkan sendiri sebenarnya kalau apa yang diinginkan didengarkan oleh orang lain. Itu menurut saya pencegahan yang harus dilakukan,” tuturnya. (Aiw/OL-09

Baca Juga

Antara

Hadapi Pandemi, Umat Katolik Diajak Buka Pintu Kemurahan Hati

👤Ant 🕔Jumat 10 April 2020, 04:43 WIB
Ia mengatakan umat diundang untuk meneladan Yesus melalui perwujudan semangat saling melayani satu sama...
Antara

Pakar Virologi: Garda Depan Tangani Covid-19 bukan Tenaga Medis

👤Antara 🕔Jumat 10 April 2020, 00:13 WIB
Tenaga medis dan pemerintah justru merupakan garda...
AFP/LIONEL BONAVENTURE

TikTok akan Sumbang US$250 Juta untuk Perangi Covid-19

👤Widhoroso 🕔Kamis 09 April 2020, 22:50 WIB
TikTok mengikuti langkah beberapa perusahaan teknologi yang telah menyumbangkan dana untuk memerangi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya