Rabu 11 Maret 2020, 12:43 WIB

Kasus Virus Korona di AS Tembus Angka 900

Willy Haryono | Internasional
Kasus Virus Korona di AS Tembus Angka 900

AFP/Robyn Beck
Seorang perempuan mengenakan masker di Hollywood Walk of Fame, California, Amerika Serikat

 

JUMLAH kasus virus korona covid-19 di Amerika Serikat (AS) melonjak drastis melampaui 900 pada Selasa (10/3). Sementara jumlah pasien tewas akibat covid-19 di AS mencapai 28 orang.

Data terbaru situs pemantau Johns Hopkins CSSE mencatat total kasus covid-19 di AS mencapai 959.

Dilansir dari AFP, Rabu (11/3), angka tersebut merupakan lonjakan tajam karena pada Senin (9/3) jumlah kasus covid-19 di AS berada di kisaran 550.

Lonjakan jumlah kasus diakibatkan perluasan tes covid-19, yang kini dilakukan di sejumlah laboratorium pusat setelah sebelumnya hanya berada di level federal.

Sejumlah pakar menilai peralatan yang kurang memadai serta kurangnya strategi diagnosis telah membuat covid-19 menyebar luas di AS.

Baca juga: Turki Umumkan Kasus Virus Korona Pertama

Dalam tulisan di Jurnal Asosiasi Medis Amerika (JAMA), para akademisi dari Johns Hopkins University dan Stanford University menilai dua faktor tersebut telah berkontribusi pada lonjakan kasus covid-19 di 'Negeri Paman Sam' itu.

Berbicara di Gedung Putih, Wakil Presiden Mike Pence membela respons pemerintah dalam menangani covid-19, dan mengatakan bahwa "1 juta tes sedang dilakukan di lapangan."

Ia menambahkan, jumlah tes itu akan bertambah seiring berjalannya skema kerja sama antara pemerintah dan sejumlah perusahaan swasta.

Menurut data terbaru Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), 8.554 tes korona telah dilakukan di seantero negeri per hari Senin (9/3).

Korea Selatan, yang mengumumkan kasus perdana covid-19 di hari yang sama dengan AS, telah memeriksa lebih dari 189 ribu orang.

Akademisi dalam laporan JAMA menyebut tes di AS awalnya hanya dilakukan CDC. Laporan JAMA menyebut peralatan milik CDC yang digunakan di awal-awal munculnya kasus covid-19 di AS kurang optimal.

Saat ini, AS mengandalkan teknologi pendeteksian korona yang telah ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Teknologi ini telah dikerahkan ke seluruh negara, terutama yang terdampak covid-19.

Virus korona covid-19 muncul pertama kali di kota Wuhan, Hubei, Tiongkok, pada akhir Desember 2019. Covid-19 kini bermunculan di lebih dari 100 negara di hampir semua benua, kecuali Antarktika.

Berdasarkan situs pemantau Johns Hopkins CSSE, total kasus covid-19 di kancah global kini melampaui 118 ribu. Angka total korban tewas covid-19 mencapai 4.262, dengan pasien sembuh menyentuh angka 64.391. (OL-1)

Baca Juga

AFP/ATTA KENARE

Iran Laporkan 133 Kematian Baru Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 07 April 2020, 18:45 WIB
Iran pada Selasa (7/4) melaporkan 133 kematian baru akibat virus covid-19. Alhasil jumlah total kematian yang dikonfirmasi secara resmi...
AFP/ROSLAN RAHMAN

Singapura Jadi 'Kota Mati' karena Pandemi Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 07 April 2020, 18:35 WIB
Distrik bisnis yang biasanya ramai di Singapura nyaris sepi pada Selasa (7/4) karena sebagian besar tempat kerja di negara itu ditutup....
AFP

PM Inggris Harus Dibantu Pasokan Oksigen di ICU

👤Henri Siagian 🕔Selasa 07 April 2020, 18:33 WIB
Meskipun telah menerima oksigen, kantor PM Inggris menyatakan Johnson masih sadar dan dipindahkan ke perawatan intensif jika dia perlu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya