Rabu 11 Maret 2020, 10:56 WIB

Sejumlah Negara Hentikan Penerbangan ke Italia

Deri Dahuri | Internasional
Sejumlah Negara Hentikan Penerbangan ke Italia

Tiziana FABI / AFP
Pusat belanja dekat Piazza del Popolo di Roma, Italia, tampak sepi pada Selasa (10/3) akibat merebaknya wabah Covid-19.

 

TRANSPORTASI kereta, pesawat, dan kendaraan roda empat tak bisa masuk ke Italia karena ada pemberlakuan baru berupa pembatasan para pendatang. Pemerintah Italia dan sejumlah negara yang tetangganya telah memberlakukan karantina untuk menangkal penyebaran virus korona tipe baru atau Covid-19.   

Spanyol dan Pertugal menunda lalu lintas udara dari Italia selama dua pekan. Sementara Austria memerintahkan menghentikan penerbangan dan kereta dari Italia. Di sisi lain, Slovenia mengatakan pihaknya akan memberlakukan pengawasan ketat di gerbang perbatasan dengan Italia. 

Maskapai British Airways telah menunda penerbangan ke Italia pada Selasa (10/3). Maskapai Air France dan maskapai bertiket murah Ryanair, Easyjet, dan Wizz mengatakan bahwa mereka akan menghentikan sementara rute penerbangan dari Italia hingga awal April 2020.  

Sikap tegas diambil Air Canada yang mengambil kebijakan menunda penerbangan ke Italia paling tidak hingga 1 Mei mendatang. 

Sejauh ini. Bandara Fiumicino, Roma, Italia, masih memberi pelayanan dengan destinasi Eropa dan negara lain hingga Selasa (10/3) sore serta penerbangan domestik. Penerbangan masih tampak dari bandara yang lebih kecil, Ciampino.

Para turis yang telah datang masih punya kesempatan untuk meninggalkan Italia dengan masih beroperasi beberapa bandara di Italia.

"Kami mendapat informasi bahwa kami akan diminta untuk kembali pulang," kata Mina, 58, warga negara India yang hendak ke ke Colosseum, Roma yang sudah tampak sepi. Mina menambahkan dirinya dan keluarganya tengah menunggu informasi selanjutnya.

Perusahaan ADR yang mengelola bandara di Roma mengatakan semua penumpang yang datang dan pergi akan melakukan tes kesehatan dan harus melewati thermal scanner.

"Anda orang asing? Pergi, pergi!" kata polisi yang menggunakan masker di stasiun kereta Roma saat memeriksa para penumpang. Tak hanya itu, semua orang yang berkerumun harus berdiri dengan jarak minimal 1 meter satu dengan yang lain.   
Seorang seminari dari Slovenia, Klemen Gartner, 22, mengaku saat dirinya hendak pulang telah mendapat perlakuan yang tidak mengenakan.

Saat di stasiun kereta, Gartner menyadari bahwa dirinya bukanlah orang Italia. Dengan tangan tanda mengusir, petugas setempat selalu mengatakan dalam bahasa Italia,"Kamu orang asing? Pergi,pergi!"   (AFP/OL-09)

 

Baca Juga

AFP/CHRIS J RATCLIFFE

COP26 di Glasgow Ditunda karena Pandemi Covid-19

👤Dwi Tupani 🕔Kamis 02 April 2020, 07:53 WIB
Mengingat efek covid-19 yang sedang berlangsung di seluruh dunia, mengadakan COP26 yang ambisius dan inklusif pada November 2020 tidak lagi...
AFP/Thomas PAUDELEUX / ECPAD

Pesawat Rusia Pengangkut Alat Medis Tiba di AS

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 02 April 2020, 07:38 WIB
Pesawat Antonov-124 itu mendarat di Bandara JFK, New York yang merupakan pusat wabah virus korona di...
AFP/JOE RAEDLE / GETTY IMAGES NORTH AMERICA

Gubernur Florida Keluarkan Perintah Isolasi

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 02 April 2020, 07:19 WIB
Saat merilis keputusan isolasinya, DeSantis yang merupakan pendukung fanatik Presiden Donald Trump menuding warga New York bertanggung...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya