Rabu 11 Maret 2020, 07:20 WIB

Pemkab Sikka Anggap KLB Demam Berdarah Tahun Ini Terparah

Antara | Nusantara
Pemkab Sikka Anggap KLB Demam Berdarah Tahun Ini Terparah

ANTARA FOTO/Kornelis Kaha
Dokter memeriksa seorang balita yang terserang demam berdarah dengue di RSUD TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Selasa (10/3/2020).

 

PEMERINTAH Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur menyatakan kasus demam berdarah dengue (DBD) di kabupaten itu, merupakan kasus terparah sepanjang sejarah kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah di daerah tersebut. Pelaksana Tugas Kadis Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus mengatakan bahwa KLB DBD sudah pernah terjadi sebanyak empat kali di kabupaten itu termasuk yang terjadi pada tahun ini.
 
"Empat kali KLB DBD itu terjadi pada tahun 2010, 2013, 2016 dan yang keempat adalah 2020 saat ini," katanya terkait kasus DBD di Kabupaten Sikka.

Ia membandingkan pada 2016, jumlah kasus KLB DBD yang terjadi di daerah itu mencapai kurang lebih 620 kasus, dengan korban yang meninggal mencapai 13 orang. 
Sementara itu untuk tahun 2020 yang terhitung sejak Januari hingga Rabu (11/3) pagi jumlah kasus DBD di daerah itu justru sudah mencapai 1.216 kasus dengan korban yang meninggal mencapai 14 orang.

"Di tahun 2020 ini, baru masuk Maret saja, jumlah kasusnya mencapai 1.216 kasus. Dengan korban yang meninggal 14 orang. Ini sudah sangat tinggi," tutur dia.
 
Hingga saat ini status KLB DBD sudah diperpanjang menjadi empat kali, setelah pada awal Januari, pemkab setempat untuk pertama kalinya menetapkan kasus KLB DBD.

Ia mengatakan bahwa kasus DBD di kabupaten itu sudah dilakukan evaluasi. Dan dalam evaluasi tersebut dikatakan bahwa penyebab utama dari meningkatnya kasus DBD, karena masalah drainase yang ada di wilayah perkotaan, perdesaan serta kecamatan. Penyebab lainnya adalah kesehatan lingkungan.

"Penyebab DBD itu sendiri akibat kondisi lingkungan yang kurang bersih sehingga menimbulkan masalah DBD. Kemudian juga terkait dengan perilaku masyarakat yang tak peduli dengan kebersihan lingkungan atau juga kebersihan rumah tak selalu dimaksimalkan," tambah Petrus.

baca juga: BPBD Lebak belum Temukan Kerusakan Akibat Gempa Sukabumi

Saat ini upaya untuk mencegah DBD, sesuai perintah Bupati Sikka yaitu melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk setiap harinya, dalam kurun waktu 14 hari ke depan mulai pukul 07.00 sampai dengan 09.00 Wita. (OL-3)

 

Baca Juga

MI/Djoko Sardjono

Elemen Masyarakat Klaten Deklarasi Tolak Unjuk Rasa Anarkis

👤Djoko Sardjono 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 07:57 WIB
Naskah deklarasi bersama menolak unjuk rasa anarkis di wilayah Kabupaten Klaten dibacakan Ketua DPRD Hamenang Wajar...
MI/Apul Iskandar

Pemkot Pematangsiantar Ajukan Tiga Ranperda

👤Apul Iskandar 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 07:57 WIB
Adapun Ranperda yang diajukan oleh wali kota adalah Ranperda tentang Ketertiban Umum, Ranperda tentang Perumda Tirta Uli, dan Ranperda...
MI Ignas Kunda

Fokus Sumber Daya Alam, SDM Indonesia Kalah dari Negara Tetangga

👤Ignas Kunda 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 07:57 WIB
Indonesia disebut belum bisa menikmati bonus demografi karena kulitas pendidikan dalam hal ini sumber daya manusia kita masih...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya