Rabu 11 Maret 2020, 05:45 WIB

Sehat dan Bugar berkat Terapi Hiperbarik

(Ata/H-2) | Humaniora
Sehat dan Bugar berkat Terapi Hiperbarik

MI/SUSANTO
Terapi Hiperbarik

 

OKSIGEN berperan penting dalam sistem pernapasan dan sistem peredaran darah di dalam tubuh. Jika oksigen di dalam darah berkurang atau tidak mencukupi, bukan hanya sesak napas yang didapat, melainkan juga berpengaruh terhadap kemampuan sel dalam memperbaiki diri.

"Semakin banyak oksigen terserap, akan semakin baik bagi kemandirian tubuh dalam memperbaiki jaringan yang rusak," ungkap dokter spesialis terapi hiperbarik dari Rumah Sakit Bethsaida Erick Supondha kepada Media Indonesia di Tangerang, Banten, pekan lalu.

Di dunia medis, terapi oksigen dilakukan lewat hyperbaric oxygen therapy (Hbot), yakni pemberian oksigen murni yang dilakukan dalam ruangan bertekanan oksigen tinggi sebesar 100% dalam waktu yang ditentukan. Berbeda dengan oksigen yang dihirup dengan alat bantu napas di RS oleh pasien, Hbot memiliki kadar oksigen yang lebih tinggi sehingga lebih mudah larut ke seluruh jaringan tubuh, seperti darah, sistem getah bening, saraf, hingga tulang.

Sesuai prinsip dasar fisika, Erick menyampaikan, menghirup oksigen dalam ruangan bertekanan tinggi akan meningkatkan kelarutan oksigen dalam darah plasma dan jaringan tubuh manusia sehingga merangsang pembentukan sel-sel dan jaringan baru pada tubuh secara lebih cepat.

Menurut Erick, Hbot ini dapat digunakan untuk berbagai penyakit, mulai penyakit dekompresi, keracunan karbon monoksida, penyembuhan luka, stroke, hingga autisme. Pasien berpeluang sembuh dari berbagai penyakit tersebut dengan waktu relatif singkat, tanpa operasi, dan efek samping yang minim.

Selain untuk menyembuhkan penyakit, Erick menyebut Hbot juga berfungsi untuk menjaga kebugaran dan kecantikan sehingga organ dan jaringan tubuh dapat berfungsi maksimal dan tetap terjaga.

"Karena dengan pertambahan usia, kadar oksigen semakin berkurang. Terbukti secara klinis meningkatkan jumlah sel punca," tuturnya.

Namun, Erick menyatakan, tidak semua orang dapat mengikuti Hbot. Pasalnya, kontraindikasi akan muncul pada pasien yang memiliki kelainan paru tertentu, infeksi saluran napas atas dan beberapa kondisi medis tertentu.

Hbot juga memiliki efek samping, yakni baro trauma (sakit pada telinga) yang diakibatkan ketidakmampuan pasien menyesuaikan tekanan dalam ruang hiperbarik, serta intoksikasi oksigen yang disebabkan bernapas yang tidak semestinya. (Ata/H-2)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Menag Ajak Milenial Jaga Persatuan Bangsa

👤Siswantini Suryandari 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 06:18 WIB
Menteri Agama Fachrul Razi mengajak kaum milenial untuk membangun negeri dan menjaga persatuan bangsa sejalan dengan cita-cita Sumpah...
INSTAGRAM @PUTRI_TANJUNG

Putri Tanjung: Mematahkan Stigma

👤Bagus Pradana 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 04:40 WIB
Perundungan yang dialami mendorong Putri untuk membuktikan kemampuan...
MI/ADAM DWI

Angga Sasongko: Bakal Penjarakan Pembajak Film

👤Medcom.id/H-3 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 04:30 WIB
Ia bahkan berniat memenjarakan pihak yang membajak film terbaru yang digarapnya...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya