Rabu 11 Maret 2020, 04:15 WIB

Ujian Berat Konsistensi Meriam London

(BBC/AFP/Faj/R-1) | Sepak Bola
Ujian Berat Konsistensi Meriam London

(Photo by Ben STANSALL / AFP)
Manchester City Benjamin Mendy (kiri) bersaing dengan striker Arsenal asal Brazil Gabriel Martinelli (tengah) selama pertandingan sepakbola

 

SEJAK kalah 1-2 dari Chelsea, akhir tahun lalu, Arsenal menuai hasil positif di Liga Primer. Delapan laga mampu dilewati 'Meriam London' tanpa kekalahan dengan torehan empat kemenangan dan empat imbang.

Dini hari nanti, konsistensi penampilan Mesut Ozil dan kolega akan mendapat ujian berat. Dijamu Manchester City di Etihad Stadium, Arsenal dipastikan harus menampilan yang terbaik jika tidak ingin gagal membawa pulang poin.

Laga melawan City akan menjadi pertarungan spesial bagi pelatih Arsenal, Mikel Arteta. Ini akan menjadi kali pertama Arteta harus menghadapi Pep Guardiola, gurunya saat menimba ilmu kepelatihan di Manchester City. Arteta pernah menjadi asisten Guardiola di Manchester City selama tiga tahun sebelum hengkang ke Arsenal, akhir tahun lalu.

Arteta mengaku memiliki kenangan manis selama tiga setengah tahun menjadi asisten Guardiola di Manchester City. Namun, ia mencoba meminggirkan kenangan itu dan bertekad memberi luka kepada Guardiola.

"Tentu ini laga yang spesial. Saya sangat antusias kembali ke sana. Tapi, kami tentu saja ingin mengalahkan mereka," kata Arteta.

Namun, Arteta dan pasukannya dipastikan tidak akan mudah memujudkan keinginan mereka. Kemenangan juga menjadi bisikan Manchester City setelah di laga terakhir takluk 0-2 dari rival sekota, Manchester United.

Jelang laga kontra Arsenal, Guardiola mendapat kabar gembira dengan telah kembali berlatihnya Kevin de Bruyne. Kehadiran gelandang serang asal Belgia yang absen saat menghadapi Manchester United, dipastikan akan menambah daya gedor lini depan City yang akan diisi Raheem Sterling serta Sergio Aguero.

Sementara itu, puasa kemenangan Leicester City dalam empat laga terakhir berakhir sudah. Menghadapi Aston Villa, Leicester menang empat gol tanpa balas.

Jamie Vardy, yang mandul dalam sembilan laga terakhir, menjadi bintang Leicester dengan dua gol yang dicetaknya di menit ke-63 dan '79, sedangkan dua gol lainnya dibukukan Harvey Barnes di menit ke-40 dan '85.

"Vardy memiliki kecepatan ddan pergerakannya juga luar biasa. Dia berjuang melawan cedera sejak Desember tapi kini ia mampu tampil prima," kata manajer Leicester City, Brendan Rodgers, seusai pertandingan.

Kemenangan ini membuat Leicester nyaman di peringkat ketiga dengan 53 poin. 'Si Rubah' unggul lima poin dari Chelsea yang berada di posisi keempat dan tertinggal 4 poin peringkat dua, Manchester City. (BBC/AFP/Faj/R-1)

Baca Juga

istimewa

FIFA Tak Beri Batas Waktu Penuntasan Kompetisi 2019/2020

👤Rahmatul Fajri 🕔Senin 06 April 2020, 20:04 WIB
FIFA juga akan mengubah tanggal jendela transfer musim panas dan memungkinkan perpanjangan kontrak bagi pemain yang masa baktinya habis...
AFP/KENZO TRIBOUILLARD

Falcao Tertarik Merumput di Tanah Arab

👤Rahmatul Fajri 🕔Senin 06 April 2020, 18:35 WIB
Striker Galatasaray Radamel Falcao dilaporkan tertarik untuk mencari petualangan baru di tanah...
Isabel Infantes / AFP

Liga Primer Inggris Kembali Bergulir pada Juni

👤Rahmatul Fajri 🕔Senin 06 April 2020, 18:03 WIB
Sambil menunggu situasi kembali normal, klub liga primer dan pemerintah juga membahas kemungkinan liga digelar tanpa...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya