Selasa 10 Maret 2020, 21:30 WIB

Sampah Berserakan di Pinggir Jalan Kota Maumere

Alexander P. Taum | Nusantara
Sampah Berserakan di Pinggir Jalan Kota Maumere

Antara
Kondisi sampah di Depok, akhir Februari lalu

 

Sampah berserakan di pinggir jalan di tiga kecamatan Kota Maumere, yakni Alok, Alok Barat, dan Alok Timur. Sampah yang menumpuk tersebut akibat tidak diangkut oleh petugas kebersihan.

Warga bersama Pemerintah Daerah (Pemda) setempat melakukan pembersihan massal 3 jam setiap hari sesuai instruksi Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo agar warga dan pemerintah melakukan pembersihan massal setiap hari.

Berdasarkan pantauan Media Indonesia, Selasa (10/03/20), sampah yang berupa plastik, bekas makanan hingga botol plastik berserakan di jalan Eltari, Jalan Raja Centis kompleks pertokoan, Jalan Gajah Mada, dan Jalan Wairklau.

Selain di tepi jalan, sampah juga tampak di depan rumah warga penduduk yang ada di wilayah Kota Maumere dan di belakang Rumah SakitUmum Daerah TC. Hillers Maumere. Kondisinya sama, berserakan. Ini akibat dari tidak ada armada yang mengangkut sampah tersebut.
 
Seorang warga Kecamatan Alok, Hironimus (56) mengatakan usai melakukan bersih-bersih sesuai instruksi dari pemerintah, sampah tersebut dikumpulkan jadi satu. Namun sampai saat ini, belum ada armada yang mengangkut sampah tersebut.

"Kita sudah bersih-bersih. Sampai saat ini tidak ada petugas pengangkut," paparnya

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sikka, Kensius Didimus
yang ditunjuk oleh Bupati Sikka sebagai Panglima Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) mengatakan sampah yang ada di jalan yang ada di tiga kecamatan yang ada di Kota Maumere akan diangkut dengan 15 kendaraan dump truk.

"Besok kita akan bersihkan sampah-sampah tersebut. Kita akan angkut
besok sampah itu," paparnya.

Baca juga:  3.100 Ton Sampah Diangkut dari Sungai Ciliwung Selama Banjir

Ia mengakui, saat ini pihaknya mengalami kekurangan armada untuk mengangkut sampah tersebut dalam rangka pemberantasan sarang nyamuk.

"Kita ada bantuan kendaraan truk dari sejumlah masyarakat yang peduli dengan sampah. Besok kita akan bergerak," paparnya.

Tidak hanya sampah yang berserakan yang jadi masalah di sini, sebab beberapa saluran drainase di dalam kota Maumere pun dipenuhi genangan air. Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo sudah meninjau sejumlah saluran drainase seperti di depan kantor bea cukai Maumere, dekat Pelabuhan.

Saluran itu hanya menampung ganangan air yang kotor. Genangan air itu bahkan memenuhi seluruh bagian saliran dan tidak bergerak ke mana-mana. Bupati meminta dinas terkait untuk segera membereskan saluran tersebut. (OL-14)

 

Baca Juga

Ilustrasi/Media Indonesia

Dana Reses DPRD Bengkulu Rp6 Milar untuk Penanganan Covid-19

👤Marliansyah 🕔Minggu 05 April 2020, 14:15 WIB
DPRD Provinsi Bengkulu sepakat mengalihkan dana reses atau kegiatan penjaringan aspirasi dari masyarakat untuk penanganan penyebaran wabah...
ilustrasi/mediaindonesia.com

Peran Wartawan Vital untuk Edukasi Covid-19 tapi Minim Dukungan

👤Ardi Teristri Hardi 🕔Minggu 05 April 2020, 13:40 WIB
Wartawan bisa memperjuangkan orang lain, tapi susah memperjuangkan dirinya. Bahkan, untuk mendapatkan masker dan hand sanitizer pun...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.

Gugus Tugas Covid-19 Babel Larang Semprot Disinfektan ke Tubuh

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Minggu 05 April 2020, 12:48 WIB
Pihaknya pun, lanjut Mikron, sudah meminta tim di lapangan dan kabupaten/kota untuk menggantikan cair disinfektan dengan cair lain...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya