Selasa 10 Maret 2020, 20:18 WIB

USAID dan RI Gaungkan Gerakan Menabung Air

Antara | Nusantara
USAID dan RI Gaungkan Gerakan Menabung Air

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
ilustrasi : sumur resapan.

 

LEMBAGA Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) bermitra dengan pemerintah Indonesia menggaungkan pentingnya menabung air jelang peringatan Hari Air Sedunia tahun ini yang jatuh pada 22 Maret.

Salah satu kegiatan menyambut Hari Air Sedunia itu dilakukan dengan meninjau sejumlah sumur resapan kemitraan USAID dan pemerintah di Kabupaten Salatiga, Jawa Tengah, Selasa (10/3).

Lurah Desa Patemon, Puji Rahayu, mengatakan pada 2014 saat ada tawaran di desanya untuk dibangun sumur resapan langsung diterima. Alasannya, sumur bipori bermanfaat untuk menabung air di dalam tanah saat musim penghujan sehingga saat kemarau ada cadangan air.

"Pada 2014 dimulai ditawari sumur resapan, langsung saya terima. Unsur desa bertugas memberi penyadaran kepada warga agar sadar pentingnya sumur resapan," kata dia.

Dia mengatakan sumur resapan merupakan investasi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Hasilnya memang belum terlihat saat ini tetapi perlu waktu.

"Pada 2020 sudah terbangun sembilan sumur resapan. Manfaatnya bukan saat ini, tapi untuk anak cucu. Ini adalah sedekah kita untuk saudara, tetangga dan lainnya. Diakui tidak diakui, sekarang debit air naik. Ini tentang bagaimana menyimpan air ke tanah menjadi lebih baik," katanya.

Adapun kegiatan promosi menabung air itu diikuti sejumlah unsur lintas kementerian dan lembaga terutama yang terkait dengan perairan, alam, geologi dan bidang terkait lainnya.

Sumur resapan yang dibangun di penghujung 2009 itu ada di RT 01/RW 05 Desa Sugihwaras, Kabupaten Salatiga. 

Untung Suripto yang sebagian lahannya dipakai untuk sumur bipori mengatakan belum bisa melihat dampak nyata dari daerah resapan buatan. Alasannya, sumur resapan baru benar-benar terasa manfaatnya ketika sudah berusia dua tahun.

Kendati begitu, sumur tersebut kini menjadi harapan warga sekitar sebagai sarana menabung air saat penghujan ketika curah hujan tergolong tinggi jika dibanding saat kemarau. 

Singkat kata, sumur bipori menjadi fasilitas penampung air hujan agar meresap ke tanah dan dapat disimpan sampai waktu yang lama bahkan ketika kemarau.

Warga Sugihwaras sendiri tinggal di kawasan yang belum dialiri air PDAM sehingga saat penghujan memiliki air melimpah tetapi saat kemarau kesulitan mendapatkan air bersih.

"Sumur di sini dalamnya sekitar 15-20 meter. Kalau kemarau sumurnya kering. Tidak ada air PDAM dan saat kemarau kami mengambil jatah air bersih yang jaraknya sekitar 1,5 kilometer dari rumah," katanya. (OL-12)

Baca Juga

MI/Kristiadi

Motif Pencuri Mobil Mantan Kapolda, Cuma Ingin Pamer

👤Kristiadi 🕔Selasa 07 April 2020, 08:37 WIB
Pelaku usai mencuri mobil, menggunakan hasil curiannya ini untuk bergaya dan pamer kepada teman-teman...
ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Satu Lagi Pasien PDP di Manggarai Barat Meninggal

👤John Lewar 🕔Selasa 07 April 2020, 08:12 WIB
Pasien berinsial INW, 83 merupakan PDP asal Dompu Tente, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat yang meninggal di RS Siloam, tinggal di Serenaru,...
ANTARA/ABRIAWAN ABHE

Antisipasi Banjir, Pintu Air Bendungan Bili-bili Dibuka

👤Lina Herlina 🕔Selasa 07 April 2020, 07:28 WIB
Pembukaan pintu air dilakukan karena curah hujan yang tinggi di hulu Sungai Jeneberang, sehingga mengakibatkan debit air Bendungan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya