Selasa 10 Maret 2020, 20:14 WIB

Antisipasi Covid-19 DKI Gelontorkan Rp54 Miliar 

Antara | Megapolitan
Antisipasi Covid-19 DKI Gelontorkan Rp54 Miliar 

ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Ilustrasi : Petugas menunjukan vaksin influenza di ruang penyimpanan vaksin di Bio Farma, Bandung.

 

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta menggelontorkan dana Rp54 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk menanggulangi dan mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Ibu Kota. "Ada anggaran dari APBD, anggaran belanja tidak terduga sebesar Rp54 miliar untuk membiayai kegiatan-kegiatan dalam rangka menanggulangi Covid-19," kata Ketua Tim Satgas Tanggap Covid-19 DKI Jakarta Catur Laswanto, di Balai Kota Jakarta, Selasa (10/3).

Dana tersebut, kata Catur, adalah yang semula tidak teralokasi di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) masing-masing, dalam hal ini, utamanya adalah dari Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta. "Dana tersebut digelontorkan juga dengan melihat perkembangan kasus Covid-19 yang sangat cepat dari waktu ke waktu," ucap Asisten Bidang Kesra Sekda DKI Jakarta tersebut.

Secara mendetil, anggaran Rp54 miliar itu dianggarkan berkaitan dengan pelaksanaan tugas kesehatan misalkan pembelian Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas kesehatan dan keperluan lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan dana tersebut selain untuk penguatan APD, juga untuk penguatan tambahan alat kesehatan pada dua fasilitas kesehatan yang diusulkan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk menjadi rumah sakit rujukan yakni RSUD Cengkareng dan RSUD Pasar Minggu yang kini sudah menerima pasien kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP). "Ada beberapa yang harus kami persiapkan, terutama di RSUD Cengkareng, dan juga penguatan APD bagi para petugas kesehatan di Jakarta," ujar Widyastuti.

Karena, kata Widyastuti, penyakit Covid-19 ini ada dua aspek penanggulangan, pertama aspek klinis yang terkait dengan layanan di dalam gedung rumah sakit lokasi perawatan yang harus mempertimbangkan prinsip pencegahan pengalihan (penularan) infeksi, sehingga perlu alat pelindung yang khusus.

"Kemudian juga aspek upaya kesehatan masyarakat yang dilakukan teman-teman kami di lapangan, baik itu di Puskesmas, Sudin Kesehatan, dan Dinas Kesehatan, turun memantau dan menginvestigasi atau penyelidikan epidemiologi di lapangan, sehingga juga membutuhkan APD. Termasuk keperluan sarana untuk usaha disinfeksi atau dekontaminasi," ucap Widyastuti

Hingga saat ini, jumlah pasien positif terinfeksi Covid-19 di Indonesia mencapai 27 kasus yang tersebar di beberapa daerah dengan Jakarta yang paling banyak terdapat kasus pasien positif.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta yang diperbaharui terakhir pada 9 Maret 2020, 68 orang masih berstatus Orang Dalam Pantauan (ODP) dengan 310 orang selesai pemantauan.

Sementara masih ada 87 orang dalam perawatan dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dengan 79 orang dinyatakan sehat dan boleh pulang. (OL-12)

Baca Juga

MI/RAMDANI

1.552 Warga Positif Covid-19 di DKI, 75 Orang Sembuh

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Kamis 09 April 2020, 08:28 WIB
Tenaga kesehatan yang positif terinfeksi covid-19 sejumlah 130 orang (1 orang meninggal, 21 orang sembuh) tersebar di 41 Rumah Sakit, 1...
ANTARA/Rivan Awal Lingga

Dinas Perumahan Rencanakan Keringanan Sewa Rusunawa

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Kamis 09 April 2020, 07:54 WIB
Rencana itu harus mendapat lampu hijau dari gubernur sesuai aturan yang berlaku yaitu Pergub 188 tahun...
ANTARA

Kegiatan Belajar dari Rumah Diperpanjang hingga Lebaran

👤MI 🕔Kamis 09 April 2020, 05:40 WIB
PEMERINTAH Kota Bogor mengeluarkan surat edaran tentang perpanjangan masa belajar di rumah bagi seluruh peserta...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya