Selasa 10 Maret 2020, 15:43 WIB

Korban Meninggal DBD di NTT Bertambah jadi 34 Orang

Palce Amalo | Nusantara
Korban Meninggal DBD di NTT Bertambah jadi 34 Orang

Ilustrasi
Demam berdarah dengue

 

KORBAN meninggal akibat wabah demam berdarah dengue (DBD) di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berjatuhan. Sampai Selasa (10/3) siang, jumlah korban meninggal mencapai 34 orang atau bertambah dua orang dari satu hari sebelumnya 32 oang. Penambahan dua korban meninggal berasal dari Kabupaten Sikka dan Belu.

Dengan demikian, korban meninggal DBD di Sikka pun bertambah dari sebelumnya 13 orang menjadi 14 orang, dan korban meninggal di Belu
menjadi dua orang, dari sebelumnya satu orang.

"Korban meninggal bertambah lagi satu orang tadi malam (Senin,9/3), datang ke rumah sakit dalam kondisi dengue shock syndrome (DSS)," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Sikka, Petrus Herlemus , Selasa (10/3).

Korban berasal dari Kecamatan Alok Timur yang merupakan bagian dari Kota Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka, atau tidak jauh dari Rumah Sakit TC Hillers, satu dari tiga rumah sakit yang merawat korban DBD.

Petrus minta warga yang anggota keluarganya menderita panas segera dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa, sehingga penanganan korban
dilakukan lebih cepat.

Menurutnya, rata-rata korban meninggal akibat DBD di daerah itu datang ke rumah sakit dalam kondisi kritas atau syok sehingga nyawa mereka tidak dapat diselamatkan.

Sementara itu jumlah korban yang dirawat di Sikka juga bertambah 20 orang pada Senin (9/3) menjadi 1.200 orang sejak Januar-10 Maret.
Sedangkan total korban DBD di NTT selama kurun waktu tersebut tercatat 2.554 orang.

Satu hari sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto berkunjung ke Sikka dan Kota Kupang untuk melihat dari dekat penanganan wabah DBD. Saat berkunjung ke Sikka, Menkes membawa 20 dokter dan enam perawat untuk memperkuat 10 dokter yang dikirim sebelumnya.

Tenaga medis tersebut berasal dari Kemenkes dan TNI bersama tenaga medis di Sikka dan Dinas Kesehatan NTT menangani wabah DBD di daerah itu.

Menkes juga membawa logistik untuk penangan DBD terdiri dari sat mesin fogging, 75 raket electric, 30 liter insektisida, 100 Rapid Diagnostic Test (RDT), dan 250 buah rapelan, infus set, dan Intra Venaous (IV) Chatheter. (OL-2)

 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Umarul Faruq

Freeport Dukung Mitigasi Covid-19 Dengan Laboratorium Lengkap

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 01 Juni 2020, 13:12 WIB
Melalui dua alat tes PCR dan sekitar 50.000 alat rapid test yang PTFI datangkan baru-baru ini, PTFI dapat cepat mendeteksi dan mengisolasi...
MI/Benny Bastiandy

KPU Cianjur Hitung Ulang Penambahan Anggaran Pilkada 2020

👤Benny Bastiandy 🕔Senin 01 Juni 2020, 12:53 WIB
KPU Kabupaten Cianjur akan mengikuti pelaksanaan tahapan kembali sesuai dengan PKPU tentang tahapan, program, dan jadwal setelah nanti...
ANTARA FOTO/Aji Styawan

Banjir Rob Kembali Rendam Pantura Jateng

👤Akhmad Safuan 🕔Senin 01 Juni 2020, 12:49 WIB
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak Agus Nugroho mengatakan banjir rob di Demak cukup parah kerena bersamaan dengan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya