Selasa 10 Maret 2020, 13:19 WIB

Negara Bagian New York Rilis Merek Hand Sanitizer

Basuki Eka Purnama | Internasional
Negara Bagian New York Rilis Merek Hand Sanitizer

AFP/Angela Weiss
Gubernur New York Andrew Cuomo

 

NEGARA Bagian New York berdasarkan aturan darurat akibat wabah virus korona, Senin (9/3), merilis merek hand sanitizer yang dibuat oleh para narapidana.

Gubernur Andrew Cuomo mengatakan 100 ribu galon hand sanitizer merek NYS Clean akan bisa diproduski dalam tempo sepekan oleh para narapidana yang selama ini sudah memproduksi sabun untuk mengatasi kekurangan yang terjadi.

"Ini adalah produk yang superior," ujar Cuomo saat gel itu diperkenalkan kepada media.

"Hand sanitizer ini memiliki wangi bunga," imbuhnya sembari menggosokan hand sanitizer itu di tangannya.

Baca juga: PM Jepang Nilai RUU Keadaan Darurat Penting untuk Hadapi Covid-19

Produk yang terdiri dari alkohol sebanyak 75% akan disediakan secara gratis untuk kantor pemerintah, sekolah, transportasi publik, dan penjara.

Produksi hand sanitizer itu menjadi bagian dari rencana pemerintah Corcraft dengan narapidana menghasilan sejumlah produk seperti produk kebersihan, seprai, dan pakaian.

Hand sanitizer itu memiliki biaya produksi US$6 per galon dan tidak akan dijual kepada publik.

Pengumuman itu dibuat saat jumlah kasus virus korona di Negara Bagian New York kini berjumlah 142 orang dengan mayoritas ditemukan di Westchester County yang berada di utara New York City. (AFP/OL-1)

 

Baca Juga

AFP

Topan Terkuat 2020 Hantam Negara Pasifik, 27 Orang Tewas

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Rabu 08 April 2020, 13:43 WIB
Badai tropis Harold bergerak menuju Fiji pada Rabu 8 April 2020 usai mengobrak-abrik Kepulauan Solomon dan juga...
AFP/Karim Jaafar

Bantu Italia Lawan Covid-19, Qatar Kirim RS Lapangan

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Rabu 08 April 2020, 13:41 WIB
Pengiriman dua rumah sakit lapangan ke Italia berdasarkan perintah Emir Tamim bin Hamad Al...
AFP/Jim Watson

Lebih dari 300 Ribu Pasien Covid-19 di Dunia Sembuh

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Rabu 08 April 2020, 13:22 WIB
Data itu dirilis John Hopkins University, dengan kasus positif covid-19 secara global mencapai 1,42 juta...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya