Selasa 10 Maret 2020, 11:12 WIB

Resmi, Per 16 Maret, Tarif Ojol Naik Rp250/Km

Hilda Julaika | Ekonomi
Resmi, Per 16 Maret, Tarif Ojol Naik Rp250/Km

MI/ANDRI WIDIYANTO
Pengemudi ojol menjemput penumpangnya di kawasan Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan

 

DIREKTUR Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat (Hubdar) Budi Setiyadi akhirnya mengumumkan kenaikan tarif ojek daring (ojol). Adapun kenaikan tarif tersebut sebesar Rp250 per Kilometer (Km) yang mulai diterapkan 16 Maret mendatang.

Penyesuain tarif ini hanya berlaku untuk zona II yakni wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Untuk zona I dan III tidak terdapat perubahan tarif.

"Dengan hasil diskusi, kenaikan hanya di Jabodetabek atau zona II. Setelah disesuaikan, untuk zona II kenaikannya menjadi Rp250 per km menjadi Rp2.250 dari yang sebelumnya Rp2.000 per km," ujar Budi di Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Selasa (10/3).

Baca juga: Penindakan atas Truk Kelebihan Muatan Mulai Dilakukan

Adapun rincian kenaikan sebesar Rp250 per km ini memiliki tarif batas bawah (TBB) sebesar Rp2.250 dan tarif batas atas (TBA) sebesar Rp2.650. Sementara untuk biaya jasa TBB sebesar Rp9.000 dan TBA sebesar Rp10.500.

"Untuk zona II kenaikannya menjadi Rp250 per km dengan TBB dari Rp2.000 menjadi Rp2.250 per km. Lalu TBA dari Rp2.500 menjadi Rp2.650 per km. Untuk biaya jasa minimal TBB Rp9.000 dan TBA Rp10.500," paparnya.

Kemenhub pun memastikan keputusan ini didasarkan pada pertimbangan berbagai pihak. Tepatnya melalui survei tim penelitian dan pengembangan (Litbang) Kemenhub, aspirasi pengemudi, aplikator, dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Berdasarkan perhitungan rumus yang dilakukan, besaran kenaikan ini sudah disampaikan dan disetujui oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

Di kesempatan yang sama, Ketua Harian YLKI Tulus Abadi menilai kenaikan tarif ojol ini masih dalam koridor keterjangkauan konsumen.

Ia pun meminta pihak aplikator dan pengemudi meningkatkan pelayanan kepada konsumen. Pelayanan yang dimaksud berupa peningkatan keamanan dan kenyamanan penumpang.

"Pelayanan juga harus diperhatikan, dulu awal-awal muncul ojol selalu driver dibekali masker penutup kepala. Ini sudah tidak ada lagi. Oleh karena itu, minta kebijakan awal driver dibekali masker dan penutup kepala. Dan jas hujan juga harus disiapkan," sarannya.

Peningkatan layanan juga berkaitan dengan kualitas kendaraan dan kualitas pengemudi. Karena beberapa kali ditemukan adanya pengemudi dengan disabilitas yang berbahaya apabila harus mengemudi dan membawa penumpang.

Menurutnya, pekerja difabilitas sebaiknya ditempatkan di bagian lain bukan menjadi pengemudi. (OL-1)

Baca Juga

DOK Pemprov Riau

PUPR: Realisasi Jalan Tol Beroperasi Capai 210,3 Kilometer

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 19:30 WIB
Kementerian PUPR juga mencatat ada 11 ruas jalan tol yang rencananya akan dioperasikan sepanjang Oktober hingga Desember...
ANTARA/Sigid Kurniawan

IHSG Terkoreksi Bakar Saham Rokok

👤Fetry Wuryasti 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 18:58 WIB
PT Gudang Garam Tbk (GGRM) terkoreksi 2.525 poin (-5,86%), PT PT Hanjaya Man dala Sampoerna Tbk (HMSP) terkoreksi 85 poin (-5,67%), PT...
Dok.MI

UU Ciptaker Buka Hambatan UMKM untuk Berkembang

👤RO/Micom 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 18:41 WIB
Dalam UU Ciptaker memastikan pelaku usaha kecil mendapatkan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya