Selasa 10 Maret 2020, 10:02 WIB

Pascakecelakaan, Belum Berubah Jadwal Kunjungan Ratu Belanda

Antara | Nusantara
 Pascakecelakaan, Belum Berubah  Jadwal Kunjungan Ratu Belanda

DOK Humas Polda Kalteng
Tabrakan speedboat di Sungai Sebangau, Kalimantan Tengah menewaskan 7 orang dan 20 orang lainnya selamat.

 

GUBERNUR Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran belum bisa memastikan kunjungan Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti ke daerah itu, setelah insiden perahu cepat bermotor (speedboat) di Sungai Sebangau, Palangka Raya, Senin (9/3).

"Kami belum tahu apakah dari Kerajaan Belanda jadi atau tidaknya. Nanti kami akan berhubungan dengan pihak kerajaan dan juga Kementerian Luar Negeri," kata dia di Palangka Raya, Selasa (10/3).

Sesuai agenda pemprov pada Selasa, akan dilaksanakan rapat koordinasi wilayah pengamanan VVIP kunjungan Raja dan Ratu Belanda ke Kalteng di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng.

Seperti yang direncanakan sebelumnya, Raja dan Ratu Belanda akan berkunjung ke sejumlah tempat di Palangka Raya pada 11-13 Maret, di antaranya Taman Nasional Sebangau, Nyaru Menteng, Taman PKK Betang Temanggung Tilung, serta Stadion Tuah Pahoe.

Namun, saat pengecekan lokasi guna mengamankan tamu VVIP kunjungan Raja dan Ratu Belanda di Sungai Sebangau, terjadi kecelakaan sungai dialami oleh tim. Melalui upaya pencarian hingga malam hari, 27 korban kecelakaan berhasil ditemukan dan dievakuasi.

Gubernur Sugianto turun ke lapangan, ikut melakukan pencarian para korban kecelakaan hingga evakuasi. Setelah semua ditemukan, Sugianto juga langsung menjenguk para korban yang dirawat di rumah sakit.

"Atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat di Kalteng, saya menyampaikan duka cita yang mendalam untuk keluarga korban," katanya.

Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Hendra Rochmawan mengatakan pihaknya belum menerima informasi terkait dengan perubahan rencana kunjungan Raja dan Ratu Belanda ke Palangka Raya.

"Belum ada yang namanya pengulangan susunan acara atau schedule," kata dia.

baca juga: Banjarmasin Menjaga Kekayaan Sasirangan

Ia menjelaskan kronologis kecelakaan perahu motor cepat tersebut. Kecelakaan terjadi di tikungan sungai. Tim yang terdiri atas dua kapal yang melakukan survei, yakni kapal tim utama dan pengiring saat belokan berpapasan dengan kapal tim lain yang membawa logistik. Kapal pembawa logistik cukup besar untuk ukuran sungai kecil tersebut, sehingga saat kecepatan cukup tinggi dan posisinya sama-sama di tengah terjadi tabrakan. (OL-3)

 

Baca Juga

AFP

Pemkab Batanghari Bantu Keuangan Warga Terdampak Covid-19

👤Solmi 🕔Rabu 01 April 2020, 21:45 WIB
Pemkab Batanghari bantu puluhan ribu warga yang mengalami kepayahan hidup akibat terdampak pandemic korona atau...
MI/Djoko Sarjono

Pemkab Klaten Nyatakan KLB Covid-19 Warga Diminta Tenang

👤Djoko Sardjono 🕔Rabu 01 April 2020, 21:35 WIB
KABUPATEN Klaten (Jateng) menetapkan status KLB (kejadian luar biasa) Covid-19, Rabu (1/4), setelah salah satu PDP positif...
Antara

Empat Perjalanan Kereta Api Palembang-Lampung Dihentikan

👤Dwi Apriani 🕔Rabu 01 April 2020, 21:34 WIB
Penyetopan operasional kereta tersebut untuk mendukung program pemerintah mencegah sebaran virus korona selama masa social distancing dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya