Selasa 10 Maret 2020, 09:01 WIB

Penumpang Dari Korsel Diawasi Ketat di Ngurah Rai

Arnoldus Dhae | Nusantara
Penumpang Dari Korsel Diawasi Ketat di Ngurah Rai

MI/ARNOLDUS DHAE
Para penumpang dari Kprea Selatan melewati jalur khusus terminal kedatangan di Bandara Ngurah Rai, dengan pemeriksaan ketat petugas bandara.

 

BANDARA Ngurah Rai Bali memperketat pemeriksaan penumpang yang datang dari berbagai pelosok. Selain memperketat pemeriksaan penumpang, Bandara Ngurah Rai juga meningintensifkan penyemprotan disinfektan di seluruh sudut ruangan yang menjadi aktivitas publik lainnya. Pengetatan pemeriksaan penumpang dan mengintensifkan penyemprotan desinfektan karena terjadi peningkatan jumlah pasien korona di Indonesia. Saat ini ada 19 orang positif Covid-19. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi Covid-19 melalui penumpang rute internasional Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

"Bali mulai menerapkan kebijakan penanganan khusus terhadap penumpang yang berasal dari negara-negara terdampak," kata ujar General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Herry A.Y. Sikado, Selasa (10/3).

Mulai Senin (9/3) dan seterusnya, penumpang penerbangan rute internasional yang berasal dari Korea Selatan dan yang pernah masuk Korea Selatan, saat memasuki Terminal Kedatangan Internasional diharuskan melalui jalur pemeriksaan khusus.

Pada jalur pemeriksaan ini, personel dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Denpasar (KKP) akan memeriksa kondisi fisik dari para penumpang yang baru turun dari pesawat yang berasal dari Korea Selatan.

"Personel dari KKP akan melakukan pemeriksaan dengan thermal scanner terhadap penumpang yang baru turun dari penerbangan yang berasal dari Korea Selatan. Penumpang juga diwajibkan untuk mengumpulkan Health Alert Card (Kartu Kewaspadaan Kesehatan/HAC). Kami sendiri juga telah menyiapkan parking stand khusus untuk pesawat asal Korea Selatan, serta jalur pelayanan keimigrasian khusus, conveyor belt khusus, serta jalur kepabeanan khusus untuk penumpang yang baru turun dari pesawat yang berasal dari Korea Selatan. Semua ini terlaksana berkat koordinasi lintas instansi komunitas bandar udara," tambahnya.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengeluarkan kebijakan terkait perkembangan penyebaran COVID-19 di dunia. Terdapat tiga negara yang mengalami lonjakan drastis terpapar Covid-19, yaitu Iran, Italia dan Korea Selatan.

baca juga: Lancang Kuning Nusantara Atasi Karhutla

"Saat ini, rute penerbangan langsung dari tiga negara tersebut yang kami layani adalah berasal dari Korea Selatan. Per harinya, kami melayani enam penerbangan untuk rute direct dari dan ke Bandar Udara Incheon di Seoul. Yaitu dua dari Garuda Indonesia dan empat penerbangan dari Korean Air. Langkah ini kami ambil, setelah berkoordinasi dengan berbagai instansi, untuk mengantisipasi potensi penyebaran virus korona melalui penumpang yang berasal dari Korea Selatan," lanjut Herry. (OL-3)

Baca Juga

MI/Januari Hutabarat

Petani Tapanuli Utara Diminta tidak Jual Beras ke Luar Daerah

👤Januari Hutabarat 🕔Selasa 07 April 2020, 17:43 WIB
Menurutnya  luas lahan panen padi sawah dan padi gogo di daerah tersebut 2020 49.253,34 hektare dengan produksi gabah kering ...
MI/Palce Amalo

PDP Sembuh di NTT Lima Orang, 18 Sampel Negatif Korona

👤Palce Amalo 🕔Selasa 07 April 2020, 17:39 WIB
"Saat ini ODP yang dirawat enam orang dan PDP yang dirawat sembilan orang,"...
blog.ajengnurbayanti

Puskesmas Kejaksaan Cirebon Buka Pelayanan Daring

👤Nurul Hidayah 🕔Selasa 07 April 2020, 17:35 WIB
PUSKESMAS Kejaksan, Kota Cirebon, Jawa Barat membuka layanan daring/online. Hal ini untuk mencegah sebaran virus korana (Covid-19) dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya