Selasa 10 Maret 2020, 07:00 WIB

Wabah DB Mengintai

Rendy Ferdiansyah | Nusantara
Wabah DB Mengintai

MI/PALCE AMALO
Alifah, 3, asal Kelurahan Namosain, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dirawat di ruang ICU Rumah Sakit WZ Johannes Kupang.

 

DI tengah terpaan wabah korona baru (covid-19) yang hingga kemarin telah menyebabkan 19 orang Indonesia positif terinfeksi, masyarakat diingatkan tidak lengah terhadap penyakit demam berdarah (DB) yang justru lebih berpotensi merenggut korban jiwa.

Pernyataan ini dikemukakan Kadinkes Provinsi Bangka Belitung, Mulyono Susanto, kepada Media Indonesia, kemarin. Di seluruh Kabupaten Belitung (Bangka Belitung) tercatat 256 pasien DB dirawat di rumah sakit setempat.

"Penyakit akibat gigitan nyamuk ini harus diwaspadai. Nyamuk dewasa menggigit antara pukul 7.30-16.00 WIB dengan jangkauan 100 meter. Air jernih yang dibiarkan seminggu menjadi tempat bertelur nyamuk ini," kata Mulyono.

Menurut Mulyono satu-satunya cara mencegah DB adalah kebiasaan hidup bersih dan sehat. "Abatisasi dan fogging bukanlah cara terbaik."

Hingga kemarin Kemenkes mencatat sejumlah daerah dengan jumlah penderita DB ter tinggi, yaitu Sikka (NTT) 1.074, Pringsewu (Lampung) 299, Lampung Selatan 290, Lampung Tengah 265, Belitung (Bangka Belitung) 256, Bandung (Jabar) 218, Malang (Jatim) 218, Pacitan (Jatim) 208, Depok (Jabar) 172, Jakarta Timur (DKI) 161.

Sejak Januari sampai kemarin sudah 100 orang korban DB meninggal dari 16.099 kasus di seluruh Indonesia. Jumlah kematian terbanyak di NTT 32 orang, Jawa Barat 15 orang, dan Jawa Timur 13 orang. Ketiga daerah tersebut masuk zona merah DB.

 

Risiko

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, mengemukakan total kasus itu menurun dibandingkan 2019 sebanyak 436 kematian dalam rentang yang sama. Sepanjang tahun lalu tercatat 137.761 kasus dengan kematian 917 orang.

"Tingginya penderita DB akibat kurang optimalnya pengelolaan sampah di masyarakat. Sampah berserakan. Gencarkan pemberantasan sarang nyamuk sebelum masa penularan sepanjang tahun. Sikka merupakan daerah risiko tinggi karena selama 5 tahun angkanya naik terus," ujar Siti.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto ketika berkunjung ke Kabupaten Sikka, kemarin, meminta semua pemangku kepentingan bekerja keras agar tidak ada korban jiwa susulan akibat DB.

MI/Alexander P. Taum

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saat tiba di Kabupaten Sikka, Maumere.

 

"Di NTT 32 meninggal, 13 di antaranya di Sikka. Negara siap tangani DB hingga nol kasus. Saya perbantukan 30 dokter dan enam perawat di sini. Semangat, ya," tutur Terawan.

Selain tenaga medis, Menkes juga menyerahkan bantuan logistik untuk mengatasi DB di Sikka berupa 1 mesin fogging, 75 raket elektrik, 30 liter insektisida, 1.000 alat tes RDT, repellent 250 buah, cairan infus 1.500 botol, dan jarum infus 1.000.

Di Ibu Kota, wilayah Jakarta Timur menjadi salah satu daerah terbanyak kasus DB di Indonesia dengan 161 kasus. Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Indra Setiawan mengatakan tingginya kasus DB di Jaktim karena wilayah tersebut kerap tergenang banjir di musim hujan.

"Untuk mengantisipasi peningkatan kasus DB, kami berupaya membangun sistem kewaspadaan dini. Kami pun memetakan lokasi perindukan nyamuk DB untuk diintervensi dengan menambah frekuensi pemberantasan sarang nyamuk dua kali seminggu," tandas Indra. (Fer/Put/PO/PT/X-3)

Baca Juga

ANTARA

RSUD Palangka Raya Penuh, Penanganan PDP Gunakan Ruang Bapelkes

👤Antara 🕔Selasa 07 April 2020, 05:55 WIB
Yayu menjelaskan, ruangan yang ada di Bapelkes telah digunakan sejak dua hari terakhir dan juga untuk menunggu hasil swab pasien yang telah...
ANTARA

Pasien Sembuh Covid-19 Terus Bertambah

👤MI 🕔Selasa 07 April 2020, 04:30 WIB
SEJUMLAH pasien positif covid-19 di beberapa daerah sembuh sehingga mereka diperbolehkan pulang ke rumah...
MI/Denny Susanto

Anggaran Korona Jangan Dikorupsi

👤Denny Susanto 🕔Selasa 07 April 2020, 03:45 WIB
PEMANFAATAN anggaran tanggap darurat penanganan pandemi covid-19 atau virus korona jangan sampai...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya