Senin 09 Maret 2020, 20:40 WIB

Penempatan Jabatan ASN Harus Didasarkan Sistem Merit

Kisar Rajagukguk | Megapolitan
Penempatan Jabatan ASN Harus Didasarkan Sistem Merit

MI/Dwi Apriani
Penempatan posisi/jabatan ASN harus berdasarkan merit sistem agar birokrasi berjalan optimal.

 

WALI Kota Depok ke depan dalam penempatan jabatan aparatur sipil negara (ASN) harus didasarkan pada sistem merit (sesuai kapasitas dan prestasi), tidak boleh berdasarkan suka atau tidak suka.

Kepala Keasistenan Tim 7 Ombudsman Republik Indonesia, Ahmad Sobirin menegaskan itu menanggapi laporan banyak pejabat birokrasi di Kota Depok penempatannya tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

Misalnya, seorang pakar persampahan yang bergelar doktor dari IPB justru jabatannya kepala bidang kependudukan pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Depok.

Kemudian, seorang ASN bertitel Insinyur dan ahli dalam bidang sumber daya air, menjabat kepala bidang kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Kota Depok.

Seorang ASN bertitel Insinyur yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Kota Depok justru menjabat sebagai kepala seksi yang mengurusi makam-makam kuburan di Depok. Ironi lagi, seorang ASN bertitel Sarjana Ekonomi yang pernah menjabat Sekretaris Daerah Kota Depok justru diangkat Kepala DLHK Kota Depok. Jabatannya ini tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

"Pemerintahan Walikota Depok baru mendatang harus kepada model merit sistem yang sudah diterapkan di negara-negara maju, " jelas Sobirin.

Dengan begitu, Sobirim berharap kedepan penempatan jabatan pimpinan tinggi tidak boleh lagi berdasarkan suka atau tidak suka. Tapi harus berdasarkan komptensi individu.

Anggota Komisi A DPRD Kota Depok bidang Pemerintahan Daerah, Nurhasim menyebut ASN Kota Depok harus semakin baik untuk pertumbuhan ekonomi daerah di era Walikota Depok baru nanti.

Dia menyebut, dewasa ini penataan Kota Depok terkesan berantakan, termasuk pengelolaan sampahnya. "Di belakang rumah saya banyak menumpuk dan berjatuhan ke kali.  Juga di dekat kuburan Kantor Kelurahan Sukamaju baru yang tak begitu jauh dari rumah saya banyak juga sampahnya, " katanya.

Tidak efektifnya pelaksaan Merit Sistem, kata dia, salah satunya karena pendekatan kekuasaan dijalankan pejabat pemerintah. "Lebih-lebih jika pemegang jabatan itu pejabat politik dari patai politik," ujarnya. (OL-13)

Baca Juga

Instagram @paull_21

Ombudsman Sebut Kompol Fahrul Pantas Dicopot

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 April 2020, 23:50 WIB
"Anda minta rakyat tertib tapi memberi contoh yang sebaliknya, itu kan bener-bener enggak baik,”...
MI/Insi Nantika

PKS Bantah Pecah Suara Soal Penundaan Pilwagub DKI

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 03 April 2020, 22:45 WIB
Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta, Mohammad Arifin membantah pihaknya pecah suara soal penundaan pemilihan...
 MI/ANDRI WIDIYANTO

Polisi Dilarang Mudik di Hari Raya karena Covid-19

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Jumat 03 April 2020, 20:45 WIB
Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis mengeluarkan Surat Telegram yang berisikan larangan untuk polisi dan pegawai negeri sipil di lingkungan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya