Senin 09 Maret 2020, 20:43 WIB

KKP Akan Kembangkan Lobster Air Tawar

Hilda Julaika | Ekonomi
KKP Akan Kembangkan Lobster Air Tawar

Antara/Aditya Pradana Putra
Lobster Air tawar

 

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) akan melakukan terobosan baru untuk pengembangan lobster tanah air, yaitu melalui produksi lobster air tawar dengan jenis cherax dan trayfish.

Menteri KKP Edhy Prabowo mengatakan, target utama pengembangan lobster air tawar ini untuk kebermanfaatan bersama terutama masyarakat yang hidupnya bergantung dengan lobster.

“Saya pikir ini merupakan terobosan bagi kita. Target utama kita ini bisa bermanfaat untuk masyarakat terutama masyarakat yang hidupnya bergantung di sektor ini,” ujarnya kepada Media Indonesia, Senin (9/3).

Selama ini, lobster yang hidup di air tawar ini dikatakan telah hilang dan punah. Namun, setelah melakukan kunjungan ke peneliti di Australia dan mengatakan jenis lobster ini masih ada.

Baca juga : Sumsel Disebut Hanya Lalu Lintas Perdagangan Benih Lobster

Hasil penelitian tersebut pun mengatakan lobster air tawar bisa dikembangbiakan di Indonesia. Edhy pun mengklaim Indonesia sudah memiliki ahli untuk pengembangan lobster ini. bahkan ia optimistis Indonesia bisa melakukan pemijahan sendiri.

“Ini yang bilang dari teman-teman peneliti di Australia. Sebelumnya kita sudah dapat dari orang-orang Indonesia. Kita sudah punya ahlinya dan kita tinggal perlu untuk membuktikan bahwa kita bisa bikin pemijahan sendiri di sini,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Edhy membocorkan pihaknya sudah memiliki Peraturan Menteri (Permen) terkait persoalan ekspor lobster dan budi daya lobster yang menguak di publik. Namun, Permen tersebut masih harus dilaporkan ke Presiden Joko Widodo sebelum akhirnya diputuskan.

“Dan yang jelas dalam waktu dekat lobster-lobster yang sekarang ini menjadi isu publik. Kami akan cari jalan keluarnya. Permennya sudah siap tapi saya gak mau kasih tau sekarang sebelum kami laporkan ke Pak Presiden. Secara prinsip ini masukan dari semua kalangan, akademis, ahli, ilmuan, peneliti di Australia, dan pelaku usaha itu sendiri,” imbuhnya. (OL-7)

Baca Juga

MI/Anggoro

SKK Migas Salurkan Bantuan Rp5 M Untuk Daerah Terdampak Covid-19

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Selasa 07 April 2020, 16:54 WIB
SKK Migas memberikan bantuan senilai Rp5 miliar yang telah disalurkan dan dialokasikan kepada 11 provinsi yang terdampak virus korona atau...
ANTARA

Nasabah Jiwasraya SP Tagih Lagi Klaim Usai Pandemi

👤Hilda Julaika 🕔Selasa 07 April 2020, 16:39 WIB
Nasabah Jiwasraya Saving Plan (SP) akan kembali bergerak untuk menagih hak pencairan dana mereka usai pandemi covid-19...
ANTARA

Penanganan Dampak Covid-19 Jangan Korbankan Badan Usaha

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 07 April 2020, 16:25 WIB
Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron meminta pemerintah tidak mengorbankan badan usaha dalam penanganan dampak pandemi virus korona atau...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya