Senin 09 Maret 2020, 20:40 WIB

Akhirnya, Emiten Bisa Buyback Saham Tanpa Perlu Ijin RUPS

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Akhirnya, Emiten Bisa Buyback Saham Tanpa Perlu Ijin RUPS

Antara/Galih Pradipta
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta,beberapa waktu lalu.

 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengizinkan semua emiten atau perusahaan publik melakukan pembelian kembali (buyback) saham sebagai upaya memberikan stimulus perekonomian dan mengurangi dampak pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

 

Mencermati kondisi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia sejak awal tahun 2020 sampai dengan Senin (9/3), OJK melihat adanya tekanan signifikan yang diindikasikan dari penurunan IHSG sebesar 18,46%. Hal ini terjadi seiring dengan pelambatan dan tekanan perekonomian baik global, regional maupun nasional sebagai akibat dari wabah virus korona dan melemahnya harga minyak dunia.

"Untuk itu, OJK hari ini mengeluarkan kebijakan pelaksanaan pembelian kembali saham yang dikeluarkan oleh emiten atau perusahaan publik (buyback saham)," ungkap Deputi Komisioner Humas dan Logistik Anto Prabowo dilansir dari keterangan resmi, Senin (9/3).

 

Lebih lanjut, pembelian kembali saham oleh emiten atau perusahaan publik dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan, dilakukan dengan merelaksasi dua hal. Pertama pembelian kembali dapat dilakukan tanpa terlebih dahulu memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

 

"Kedua,  jumlah saham yang dapat dibeli kembali dapat lebih dari 10% dari modal disetor dan paling banyak 20% dari modal disetor, dengan ketentuan paling sedikit saham yang beredar 7,5% dari modal disetor," pungkasnya.

Ketentuan tersebut telah dituangkan dalam Surat Edaran OJK Nomor 3/SEOJK.04/2020 tanggal 9 Maret 2020 tentang kondisi lain sebagai kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan dalam pelaksanaan pembelian kembali saham yang dikeluarkan oleh emiten atau perusahaan publik.

Langkah OJK itu diharapkan dapat membuat tekanan terhadap pasar akan sedikit mereda karena investor meyakini bahwa emiten akan turun menjaga harga sahamnya. Selain itu kebijakan pembelian saham kembali oleh emiten akan berdampak positif pada emiten itu sendiri karena membuat dividen yagn dibagikan akan kembali masuk ke perseroan sehingga memperbesar modal atau aset perseroan. (Des)

Baca Juga

Antara/Sigid Kurniawan

BNI Fasilitasi Pensiunan Tidak Perlu Datang ke Bank

👤Raja Suhud 🕔Rabu 01 April 2020, 21:29 WIB
Pensiunan disarankan untuk bertransaksi secara elektronik menggunakan sarana mobile banking sehingga arahan pemerintah untuk di rumah saja...
Antara

Jubir Luhut Pastikan tidak Ada Penyetopan Moda Transportasi

👤Henri Siagian 🕔Rabu 01 April 2020, 21:27 WIB
"Pak Luhut memohon kepada semua pihak untuk tetap menyebarkan kabar yang baik dan benar...
Antara

Soal Jalan Tol Ditutup, Jasa Marga Masih Tunggu Pemerintah

👤Henri Siagian 🕔Rabu 01 April 2020, 21:13 WIB
Jasa Marga sudah menyiapkan protokol untuk berbagai alternatif yang akan diputuskan oleh...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya