Senin 09 Maret 2020, 19:14 WIB

Putusan MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Disambut Baik

Faustinus Nua | Humaniora
Putusan MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Disambut Baik

ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
Buruh tolak kenaikan iuran BPJS kesehatan

 

PRESIDEN Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyambut baik putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Menurut Said Iqbal, sejak awal pekerja Indonesia sudah menyuarakan penolakan terhadap kenaikan iuran tersebut. Selain melalui aksi unjuk rasa, KSPI juga ikut mengajukan judicial review ke MA agar kenaikan iuran BPJS Kesehatan dibatalkan.

"Prinsipnya mulai semenjak keluarnya keputusan MA tersebut, maka tidak ada lagi pemberlakuan nilai iuran yang baru. Tetapi kembali ke nilai iuran yang lama," kata Said melalui keterangan resmi (9/3).

Sebelumnya, Said Iqbal mengatakan bahwa Pemerintah tidak bisa seenaknya menaikkan Iuran BPJS Kesehatan secara sepihak.

"Pemilik BPJS adalah rakyat. Khususnya tiga pihak, pertama pengusaha yang membayar iuran BPJS, kedua masyarakat penerima upah yaitu buruh dan iuran mandiri, kemudian ada pemerintah melalui penerima bantuan iuran (PBI). Karena itu, pemerintah tidak bisa sewenang-wenang menaikkan iuran tanpa melakukan uji publik,” tegasnya.

Dalam hal ini, lanjutnya, DPR RI sudah menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan kelas III. Untuk itu, pemerintah seharusnya mendengarkan sikap DPR dan segera membatalkan kenaikan tersebut

Dijelaskannya, jaminan kesehatan adalah hak rakyat. Bahkan dalam UU BPJS dan UU SJSN diatur, sudah menjadi kewajiban negara untuk menutup jika terjadi defisit, melalui apa yang dimaksud dengan dana kontingensi.

“Misalnya terjadi epidemis, bencana alam, atau mungkin kesalahan pengelolaan seperti saat ini, maka bisa menggunakan dana kontingensi,” imbuhnya.

"Kenaikan iuran BPJS Kesehatan terbukti memberatkan masyarakat dan bukan solusi untuk menyelesaikan defisit. Seharusnya kegagalan dalam mengelola BPJS tidak dibebankan kepada rakyat dengan menaikkan iuran," pungkas Said.(OL-4)

Baca Juga

Antara

UN Dihapus, Terbitlah AN

👤Syarief Oebaidillah 🕔Senin 26 Oktober 2020, 17:22 WIB
Kendati sepakat Ujian Nasional ( UN) dihapus, namun kesiapan pemerintah melalui Kemendikbud yang akan melaksanakan Asesmen Nasional ( AN)...
Ilustrasi

Hari ini Pasien Covid-19 Sembuh Bertambah 3.908 Orang

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 26 Oktober 2020, 17:15 WIB
Hari ini pasien covid-19 yang sembuh di Indonesia menjadi 317.672 setelah ada penambahan sebanyak 3.908...
Ilustrasi

Ini Lima Fakta Gempa di Selatan Jawa Barat

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 26 Oktober 2020, 16:30 WIB
Gempa berkekuatan 5,6 yang mengguncang Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta pada hari Minggu (25/10) berdampak menyebabkan 29 rumah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya