Senin 09 Maret 2020, 19:06 WIB

Potensi Pengguna Uang Digital, BI Bidik Kalangan Mahasiswa

Bayu Anggoro | Nusantara
Potensi Pengguna Uang Digital, BI Bidik Kalangan Mahasiswa

ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
BI mengeluarkan kebijakan untuk menjaga stabilitas moneter dan keuangan akibat dampak virus corona di Gedung Bank Indonesia, Jakarta.

 

KANTOR Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (BI) Jawa Barat melakukan sosialiasi penggunaan Quick Response Indonesian Standard (QRIS) di kalangan mahasiswa. Segmen itu dibidik lantaran potensi penggunaan uang digital yang cukup besar.

Sosialiasi QRIS melalui event Pekan QRIS Nasional di Bandung dimulai di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung pada Senin (9/3). Acara dihadiri mahasiswa UPI terutama dari fakultas ekonomi.

Baca juga: BI Jabar Siapkan Rp8,92 T

Kepala KPw BI Jabar Herawanto mengatakan, acara itu merupakan langkah komunikasi dan sosialisasi penggunaan QRIS. Targetnya membidik ekosistem dan community base, seperti pelajar atau mahasiwa, pemerintah daerah, asosiasi ritel, pengelola tempat perbelanjaan, dan lain-lain.

"Edukasi terus kami lakukan kepada masyarakat dan merchant. Tujuannya agar mayarakat paham bagaimana cara menggunakan QRIS. Sementara Merchant yang belum memiliki QRIS dihimbau PJSP untuk mendaftar, agar bisa diberikan QRIS," kata Herawanto dalam sambutannya.

Menurut dia, QRIS wajib digunakan ketika pedagang yang ingin menerima pembayaran menggunakan metode QR Code. QRIS dapat ditemukan pada pedagang yang menerima pembayaran elektronik melalui QR Code.

Pedagang yang menerima pembayaran melalui QRIS akan memiliki logo QRIS di toko mereka. QRIS digunakan oleh pedagang mikro, kecil, menengah dan besar seperti di pasar tradisional, pasar modern, pedagang keliling, mall, universitas, sekolah, kantin, koperasi dan lainnya.

"Saat ini, QRIS telah digunakan oleh 2,7 juta merchant di seluruh provinsi se-Indonesia, di antaranya terdapat 612,883 merchant di Jawa Barat. Selain itu, terdapat 27 Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) yang telah memiliki persetujuan menyelenggarakan QRIS," katanya.

Sementara itu, merchant product specialist CIMB Niaga Yulia Prawidyastuti mengatakan, penggunaan QRIS cukup membantu perbankan atau mayarakat dalam melakukan pembayaran digital. Apalagi saat ini, di Indonesia diperkirakan ada sekitar 80 juta pengguna telepon seluler pintar.

"Mengunakan QRIS ini menjadi solusi ketika bank harus menggeluarkan mesin EDC yang investasinya mahal. Di beberapa negara lain, mereka telah menggunakan QR code payment, seperti China, Singapura, Thailand, dan lainnya," katanya.

Saat ini terdapat 100 ribu merchant UMKM yang sudah menggunakan QRIS CIMB Niaga dengan area penyebaran masih di Jabodetabek dan sekitarnya.  Pada 2020  CIMB Niaga menargetkan pertumbuhan menjadi 150 ribu  merchant UMKM yang akan menggunakan QRIS CIMB Niaga, dengan penyebaran area di Bandung dan sekitarnya, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Medan, dan Makasar. (BY/A-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Satu Lagi Pasien PDP di Manggarai Barat Meninggal

👤John Lewar 🕔Selasa 07 April 2020, 08:12 WIB
Pasien berinsial INW, 83 merupakan PDP asal Dompu Tente, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat yang meninggal di RS Siloam, tinggal di Serenaru,...
ANTARA/ABRIAWAN ABHE

Antisipasi Banjir, Pintu Air Bendungan Bili-bili Dibuka

👤Lina Herlina 🕔Selasa 07 April 2020, 07:28 WIB
Pembukaan pintu air dilakukan karena curah hujan yang tinggi di hulu Sungai Jeneberang, sehingga mengakibatkan debit air Bendungan...
MI/Akhmad Safuan

NasDem Jepara Terus Giatkan Pencegahan Covid-19

👤Akhmad Safuan 🕔Selasa 07 April 2020, 07:20 WIB
Satgas Penanggulangan Covid-19  Partai NasDem menuju ke desa-desa untuk melakukan penyemprotan dan membagikan alat pelindung diri...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya