Senin 09 Maret 2020, 19:03 WIB

Polisi Periksa Kejiwaan Remaja Pembunuh

Tri Subarkah | Megapolitan
Polisi Periksa Kejiwaan Remaja Pembunuh

MI
Ilustrasi

 

POLISI melakukan observasi kejiwaan terhadap remaja berusia 15 tahun yang membunuh APA, 5, di Jakarta Pusat. Menurut Kepala Tim Dokter Kejiwaan RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, dr Henny Riana, proses observasi akan berlangsung selama 14 hari kerja.

"Yang digali adalah, dalam kesimpulan orang ini mengalami gangguan jiwa atau tidak, apakah berkaitan dengan masalah tindakannya, apakah dia memenuhi unsur-unsur tanggung jawab terhadap kasus yang dialami," kata Henny di RS Polri Kramat Jati, Senin (9/3).

Menurut Henny, pihaknya akan melakukan serangkaian tes terhadap pelaku yang nantinya tertuang laporan visum et repertum psikiatrikum (visum jiwa).

"Teknisnya dalam hal ini pemeriksaan dengan wawancara psikiatri, pemeriksaan psikometri, pemeriksaan tim dari pskilog. Kalau dibutuhkan ya dari spesialis anak dan spesialis neurologi, dan lain-lain," ujarnya.

Selama masa observasi, pelaku ditempatkan di ruangan isolasi khusus menangani psikologi forensik. Sebagai langkah awal, tim dokter melakukan pendekatan terhadap pelaku.

"Awal ini tentu tidak semua kita tanyakan secara langsung, jadi perlahan-lahan. Kalau pertanyaan secara bertubi-tubi membuat orang tidak nyaman," ungkap Henny.

 

Baca juga: Nasib Pembunuh Bocah Tunggu Hasil Tes

 

Henny juga menambahkan bahwa pelaku mendapatkan pendampingan saat tim dokter mengobservasinya. Sejauh ini, kata Henny, pelaku masih terbilang kooperatif.

Pemeriksaan kejiwaan dilakukan mengingat banyaknya temuan-temuan polisi dalam kasus tersebut. Dari hasil pemeriksaan, misalnya, penyidik menggambarkan tidak ada perasaan menyesal dari pelaku terhadap perbuatannya.

Selain itu, polisi juga menemukan beberapa gambar yang menceritakan kekerasan dan pembunuhan. Gambar-gambar tersebut diketahui terinspirasi dari film horor dan berbau kekerasan yang juga menjadi kesukaan pelaku.

“Dia ini pintar menggambar dari gambar-gambarnya tokoh horor dan kesedihan, seperti gambar anak menangis. Papan tulis ini dia sebut papan curhat. Di sini juga ada tulisan seperti pilihan ganda, mau siksa baby? Dengan senang hati atau tidak tega,” ungkap Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Susatyo Purnomo Condro.

Diketahui, korban merupakan tetangga yang biasa bermain di rumah pelaku. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (5/3) di rumah pelaku di daerah Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat. (OL-8)

Baca Juga

Instagram @paull_21

Ombudsman Sebut Kompol Fahrul Pantas Dicopot

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 April 2020, 23:50 WIB
"Anda minta rakyat tertib tapi memberi contoh yang sebaliknya, itu kan bener-bener enggak baik,”...
MI/Insi Nantika

PKS Bantah Pecah Suara Soal Penundaan Pilwagub DKI

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 03 April 2020, 22:45 WIB
Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta, Mohammad Arifin membantah pihaknya pecah suara soal penundaan pemilihan...
 MI/ANDRI WIDIYANTO

Polisi Dilarang Mudik di Hari Raya karena Covid-19

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Jumat 03 April 2020, 20:45 WIB
Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis mengeluarkan Surat Telegram yang berisikan larangan untuk polisi dan pegawai negeri sipil di lingkungan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya