Senin 09 Maret 2020, 18:30 WIB

Emil Prioritaskan Investor Wisata Alam dari Lokal

Cikwan Suwandi | Ekonomi
Emil Prioritaskan Investor Wisata Alam dari Lokal

MI/Cikwan Suwandi
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memprioritaskan investor lokal untuk pengembangan wisata alam.

 

GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil menawarkan Tourism Summit 100 kepada sejumlah investor. Dalam satu investasi wisata keindahan alam Jawa Barat tersebut, ditargetkan investasi sebesar Rp10 miliar hingga Rp50 miliar.

"Kalau misalnya satu investasinya itu Rp10 sampai Rp50 miliar, berarti sudah berapa tuh, berarti sudah ada triliunan," ungkap kang Emil sapaan gubernur, di sela Musda Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Barat di Karawang, Senin (9/3).

Tourism Summit 100 tersebut, lanjut Kang Emil, ditargetkannya akan mampu meningkatkan perekonomian Jawa Barat melalui sektor pariwisata. "Untuk targetnya kita akan mulai Bulan Mei (2020)," ungkapnya.

Emil memastikan, pengusaha yang akan melakukan invetasi di Jawa Barat, diutamakan pengusaha lokal. Khususnya Jawa Barat, baru kemudian pengusaha nasional dan terakhir investor asing.

"Saya harap teman-teman Hipmi melihat peluangnya ada," katanya.

Baca Juga: Pengelolaan Wisata Alam Distandardisasi

Baca Juga: Masyarakat Eropa Kagumi Wisata Alam Kalsel

Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebutkan akan melakukan langka koordinasi dan kerjasama dengan gubernur untuk memberikan izin investasi.

"Jadi ada langka koordinasi dan kerjasama yang baik," katanya.

Bahlil menginginkan setiap investasi di Indonesia memberikan kesejahteraan untuk pengusah-pengusaha lokal.

Ia menceritakan, sebelumnya ia pernah mengusir salah satu pimpinan perusahaan Amazon yang akan melakulan investasi di Karawang dan Bekasi. "Saya usir itu Amazon dari ruang saya. Karena dia tidak mau memberikan untuk anak-anak daerah (pengusaha)," ucapnya.

Menurut Bahlil, saat itu dirinya mengajukan syarat 10 persen investasi Amazon yang akan ditanamkan diberikan untuk pengusaha-pengusaha lokal.

"Karena itu perusahaan merasa sudah bekerjasama dengan BUMN. Lalu saya tanya, keperluan anda ke sini apa, dia bilang buat izin. Minta sana sama BUMN. Hal ini pun saya laporkan kepada Presiden. Karena saya tidak mau pengusaha lokal hanya jadi penonton," pungkasnya. (OL-13)

 

Baca Juga

MI/ M Irfan

Menteri Edhy, Kok Satupun Peraturan Menteri KKP Belum Muncul

👤Hilda julaika 🕔Senin 06 April 2020, 19:35 WIB
Menteri KKP  diminta segera menerbitkan Permen yang belakangan sering disampaikan ke...
Istimewa/PLN

Token Listrik Gratis dan Diskon Bisa Diakses Melalu WhatsApp

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 06 April 2020, 19:25 WIB
Khusus 11 juta pelanggan yang menggunakan kWh meter prabayar, pelanggan akan mendapatkan token listrik berdasarkan penggunaan terbesar...
Istimewa/Kemenparekraf

Masyarakat Antusias Ikuti Gerakan Penggunaan Masker Kain

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 06 April 2020, 19:12 WIB
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kemenparekraf Ari Juliano Gema mengatakan, masyarakat merespons positif gerakan masker kain untuk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya