Senin 09 Maret 2020, 12:35 WIB

Semua Kepala Desa dan Camat di Sikka Diminta Siaga DBD

Palce Amalo | Nusantara
Semua Kepala Desa dan Camat di Sikka Diminta Siaga DBD

MI/Alexander
Para pasien DBD di rumah sakit

 

Semua kepala desa dan camat di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta siaga untuk menekan bertambahnya korban demam berdarah dengue (DBD). "Kepala desa dan camat harus turun ke masyarakat. Jika menemukan ada warga yang sakit segera dibawa ke rumah sakit," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT Marius Jelamu.

Sampai Senin (9/3) pagi, korban DBD yang menjalani perawatan di daerah itu telah mencapai 1.190 orang dan korban meninggal 13 orang. Sedangkan total korban DBD di seluruh NTT tercatat 2.697 orang dan korban meninggal 32 orang. Adapun persentase angka kematian (case fatality rate/CFR) DBD di NTT tercatat 1,2% dan CFR Sikka sebesar 1,1%.

Marius mengatakan mayoritas korban DBD di Sikka dan kota-kota lainnya di NTT adalah anak-anak. "Mungkin digigit nyamuk pembawa virus DBD di sekolah. Oleh karena itu, kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) tidak hanya terjadi di rumah, tetapi juga di sekolah," paparnya.

Anak-anak, imbuhnya, juga harus diolesi lotion antinyamuk dan memakai baju tangan panjang agar terhindar dari gigitan nyamuk.

Selain Sikka, korban meninggal DBD juga dilaporkan terjadi di 10 kabupaten dan kota lainnya yakni Kota Kupang tercatat 425 korban DBD dan lima meninggal (CFR 1,2%), Kabupaten Kupang 53 korban dan dua meninggal (CFR 3,8%), Timor Tengah Utara 55 korban dan dua meninggal(CFR 3,64), Alor 246 korban dan tiga meninggal (CFR 1,22%), dan Lembata 175 korban dan dua meninggal (CFR 1,1%).

Selanjutnya di Flores Timur ada 91 penderita DBD dan satu meninggal (CFR 1,10%), Manggarai Timur enam korban dan satu meninggal (CFR 16,7%), Manggarai 20 korban dan satu meninggal (CFR 5%), dan Rote Ndao 21 korban dan satu meninggal (CFR 4,8%).

Baca juga: Tingginya Angka DBD di Sikka Dipicu Sampah

Dari 22 kabupaten dan kota di NTT, Sumba Tengah menjadi satu-satunya kabupaten yang warganya tidak terjangkit DBD.

Kepala Dinas Kesehatan NTT dokter Dominikus Minggu mengatakan pihaknya sudah mendistribusikan logistik penanggulangan DBD di kabupaten dan kota, antara lain mesin fogging, larvasida, dan malation.

Untuk kabupaten yang telah mengumumkan kejadian luar biasa (KLB) yakni Sikka, Lembata, dan Alor sudah didistribusikan bantuan mesing fogging,
dua galon abate, plasma darah dan bag darah. "Kami juga memperkuat jejaring dan berkoordinasi dengan akademisi dan organisasi profesi mitra terkait dan tokoh agama untuk menggerakkan pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan satu rumah satu juru pantau jentik," ujarnya.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dijadwalkan tiba di Sikka di Senin siang untuk memantau penanganan DBD. Terawan dijadwalkan akan berkunjung ke satu dari tiga rumah sakit yang merawat pesien DBD di Sikka, yakni RS TC Hillers. Selain itu, dia akan menggelar rapat bersama bupati, Dinas Kesehatan NTT, dan Dinas Kesehatan Sikka. (OL-14)

Baca Juga

MI/Ardi T

Sri Sultan Tegaskan DIY belum Putuskan PSBB

👤Agus Utantoro 🕔Rabu 08 April 2020, 20:16 WIB
Sri Sultan lebih lanjut mengatakan pada dasarnya DIY telah menerapkan esensi PSBB itu sendiri. Dikatakannya, pengawasan kepada...
Antara

Covid-19 Akibatkan Angka Kriminalitas di Sumbar Menurun

👤Antara 🕔Rabu 08 April 2020, 19:50 WIB
Petugas kepolisian giat melakukan patroli wilayah, sehingga meminimalkan orang melakukan...
ANTARA/Rendhik Andika

Empat Kelurahan di Palangka Raya Zona Merah

👤Antara 🕔Rabu 08 April 2020, 19:45 WIB
Masyarakat di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah ini pun diminta untuk selalu menaati anjuran pemerintah dengan tidak keluar rumah jika...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya