Senin 09 Maret 2020, 11:04 WIB

Kecemasan Warga hingga Sepi Turis Ketika Italia Utara Diisolasi

Nur Aivanni | Internasional
Kecemasan Warga hingga Sepi Turis Ketika Italia Utara Diisolasi

Laurent EMMANUEL / AFP
Suasana monumen Colosseum di Roma, Italia, tampak sepi pada Minggu (8/3) setelah penutupan sejumlah tempat akibat wabah Covid-19.

 

MATAHARI bersinar di alun-alun yang sepi di Milan dan gondola kosong di Venesia pada Minggu (8/3) ketika seperempat populasi Italia mulai terputus dari bagian lain negara itu karena aturan baru yang ketat membatasi pergerakan masuk dan keluar dari zona merah baru.

Sementara beberapa orang mengemasi tas mereka dan melarikan diri, sebagian besar orang di Italia utara tetap tinggal di sana dengan adanya pemberlakuan isolasi oleh pemerintah terhadap sekitar 15 juta orang di sana.

Negara tersebut pada Minggu (8/3) mencatat korban virus korona tertinggi kedua di dunia, setelah melaporkan lonjakan kematian yang tajam dari 133 menjadi 366 orang.

Baca juga : Jumlah Tewas Akibat Covid-19 di Italia Terus Melonjak

Dikutip dari AFP, Senin (9/3), Kementerian Dalam Negeri Italia mengatakan siapa pun yang melanggar pemberlakuan karantina tersebut berisiko setidaknya tiga bulan penjara atau denda 206 euro atau US$ 233.

Hanya orang-orang dengan alasan 'serius', seperti masalah pekerjaan atau keluarga yang mendesak, akan diizinkan masuk atau keluar dari zona karantina, yang mencakup Lombardy dan 14 provinsi di empat wilayah lain.

Polisi akan mengawasi area stasiun kereta untuk memeriksa suhu tubuh orang-orang dan menghentikan semua mobil di jalan-jalan masuk dan keluar untuk memeriksa alasan perjalanan mereka.

Kapal pesiar akan dilarang berlabuh di Venesia dan hanya penumpang yang merupakan penduduk Kota Renaissance yang diizinkan untuk turun.

Alitalia, maskapai penerbangan nasional Italia, menangguhkan penerbangan nasional dan internasional ke dan dari bandara Malpensa, Milan, dan hanya mengoperasikan rute domestik dari bandara Linate, Milan.

Sementara itu, perbatasan dengan Austria, Swiss, dan Slovenia tetap terbuka.

Pina Antinucci, seorang psikoanalis berusia 60-an yang tinggal di Milan, mengatakan bahwa dia menderita mimpi buruk dan merasa negara menyerang warganya dengan kecemasan, menyebarkan paranoia.

"Saya ingin tahu apakah saya terinfeksi ... akan lebih baik untuk mengetahui apakah saya memiliki tamu yang tidak diinginkan yang menghuni rumah, pikiran, dan kehidupan kita," katanya.

Dengan 366 kematian, Italia telah mencatat kematian terbanyak akibat penyakit Covid-19 di negara mana pun di luar Tiongkok.

Aturan baru muncul tak lama setelah berita bahwa jumlah orang yang terinfeksi telah melonjak lebih dari 1.200 dalam periode 24 jam.

Rencana itu bocor ke media pada Sabtu, membuat Perdana Menteri Giuseppe Conte marah dan mengecamnya sebagai "tidak dapat diterima". Ia mengatakan itu telah menciptakan ketidakpastian, kecemasan, dan kebingungan.

Ahli virologi Italia Roberto Burioni menggambarkan kebocoran di Twitter sebagai 'kegilaan murni'. "Rancangan surat keputusan yang sangat keras itu bocor, memicu kepanikan dan mendorong orang untuk berusaha dan melarikan diri dari zona merah teoritis, membawa virus bersama mereka," katanya di media sosial.

Vincenzo Tosetti, seorang aktor berusia 34 tahun dan penduduk Venesia, mengatakan banyak orang yang dikenalnya telah melarikan diri, terutama dari Milan.

"Ini akan menguji kemampuan Italia untuk berperilaku secara bertanggung jawab, dan saya harus mengatakan bahwa sampai sekarang mereka telah gagal. Telah terjadi eksodus," katanya.

Kota terapung itu juga hampir kosong dari turis, yang merupakan 'pukulan besar'. "Dulu kota ini dilanda banjir, sekarang ini. Venesia sangat rapuh sekarang," kata penduduk Venesia lainnya, Giancralo, 49, yang tidak ingin memberikan nama belakangnya.

Kepala wilayah Puglia di Italia selatan meminta kepada siapa pun yang berpikir untuk kembali dari Lombardy dan 11 provinsi lainnya termasuk Kota Parma dan Rimini yang diisolasi untuk 'berhenti dan berbalik'.

"Turunlah (dari kereta) di stasiun pertama, jangan naik penerbangan ke Bari dan Brindisi, putar mobilmu, turun dari bus di halte berikutnya. Jangan membawa epidemi ke Puglia," katanya di Facebook. (AFP/Nur/OL-09)

Baca Juga

AFP

Malaysia Catat 179 Kasus Covid-19 Baru, 90 Lainnya Pulih

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 05 April 2020, 21:27 WIB
Otoritas kesehatan Malaysia mengatakan ada 179 kasus covid-19 baru yang dilaporkan siang hari ini, Minggu (5/4), meningkatkan angka...
Ilustrasi

Berisik Saat Lockdown, Pria Tembak Mati Lima Orang

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 05 April 2020, 21:19 WIB
Seorang pria di Rusia menembak mati lima orang karena ribut berisik pada malam hari di jalan di bawah huniannya, kata para penyelidik,...
MI/Duta

Bayi Kembar Diberi Nama Corona dan Covid

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Minggu 05 April 2020, 17:40 WIB
Orangtua bayi kembar yang lahir di Rumah Sakit Dr Bhimrao Ambedkar Memorial di Raipur, ibu kota Negara Bagian Chhattisgarh, memberi nama...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya