Senin 09 Maret 2020, 10:35 WIB

DBD Sudah Tewaskan 32 Orang di NTT

PO/H-1 | Humaniora
DBD Sudah Tewaskan 32 Orang di NTT

MEDIA INDONESIA Koresponden/alexander
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus

 

KORBAN meninggal dunia akibat wabah demam berdarah dengue (DBD) di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 32 orang hingga kemarin, Minggu (8/3). Adapun korban yang menjalani perawatan mencapai 2.697 orang. Penambahan korban meninggal berasal dari Sikka, Kota Kupang, Flores Timur, dan Timor Tengah Utara.

Pada 4 Maret lalu, jumlah korban meninggal akibat DBD di NTT tercatat 25 orang, dan 2.483 orang dirawat. Korban DBD di Sikka terbanyak dibandingkan korban di kabupaten lainnya yakni 13 orang.

Menurut pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Sikka, Petrus Herlemus, salah satu sebab bertambahnya jumlah korban DBD karena para korban dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis, bahkan syok. Kondisi itu membuat nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. Menurutnya berbagai pihak sedang bekerja untuk menangani DBD di Sikka termasuk 10 dokter yang dikirim dari Kementerian Kesehatan. "DBD penyakit berbasis lingkungan sehingga kita terus melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dipimpin Bupati Sikka," ujarnya.

Petrus juga minta warga yang anggota keluarganya sakit panas atau terjangkit DBD langsung dibawa ke rumah sakit. Di Sikka, ada tiga rumah sakit (RS) yang menangani pasien DBD yakni RS Hillers, RS Lela, dan RS Kewapante. (PO/H-1)

Baca Juga

DOK MI

Bangkit Pulihkan Negeri untuk Indonesia Maju

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 26 Oktober 2020, 08:00 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan kegiatan pendukung dan manajemen yang dinilai tidak relevan di masa darurat...
Istimewa

Komite III DPD RI dan Mendkibud Jalin Komitmen Pendidikan Bermutu

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 26 Oktober 2020, 07:43 WIB
Komite III DPD RI memandang, diperlukan pelbagai penyesuaian dalam penyelenggaraan pendidikan tanpa mengesampingkan komitmen pendidikan...
MI/VICKY GUSTIAWAN

Sosialisasi AN Digesa

👤Syarief Oebaidillah 🕔Senin 26 Oktober 2020, 05:05 WIB
Asesmen nasional sebagai pengganti UN dinilai sama sekali belum dipahami oleh sekolah dan siswa, baik di kota besar apalagi di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya