Senin 09 Maret 2020, 09:42 WIB

Kantor di Sikka Tutup 3 Jam Selama 14 Hari Untuk Berantas Nyamuk

Alexander P. Taum | Nusantara
Kantor di Sikka Tutup 3 Jam Selama 14 Hari Untuk Berantas Nyamuk

MI/Alexander P Taum
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo (bertopi hitam) memerintahkan semua kantor tutup tiga jam selama 14 hari untuk memberantas nyamuk.

 

BUPATI Sikka, Nusa Tenggara Tmur Fransiskus Roberto Diogo, mengeluarkan instruksi, seluruh kantor milik pemerintah maupun swasta menutup aktivitasnya selama tiga jam, setiap hari. Para Pegawai Negeri maupun Swasta diminta untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), menyusul terjadi lonjakan pasien DBD di Sikka telah mencapai 1.131 kasus. Korban tewas mencapai 13 orang.

"Kita harus berkorban selama tiga jam. Mau mati atau mau mengorbankan waktu. Mulai 07.15 Wita sampai 09.00 wita tidak ada aktivitas kantor pemerintah dan swasta. Waktu tiga jam itu untuk berantas sarang nyamuk," tegas Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo dalam rapat koordinasi terkait penanganan DBD yang berlangsung Jumat (6/3).
di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Bupati Sikka juga akan menindak tegas apabila ada aktivitas kantor di pemerintahan dan swasta selama 07.15 Wita sampai 09.00 Wita.

"Barang siapa yang melanggar akan saya tindak. Kantor-kantor swasta maupun pemerintah itu bukan jam kerja. Tiga jam ini digunakan untuk berantas sarang nyamuk," paparnya.

Dikatakan Bupati Sikka, tiga jam untuk berantas nyamuk ini berlaku selama 14 hari. Selesai melaksanakan pemberantasan nyamuk, selanjutnya melakukan aktivitas kantor seperti biasa.

"Hari ini akan kita umumkan. Pemberlakukan mulai 9 Maret-23 Maret 2020. Kita akan melakukan pengawasan dan pengawalan ini," ungkapnya.

Ia juga meminta bantuan dari Kepolisian untuk melakukan pengamanan di jalan selama aktivitas pemberantasan sarang nyamuk .

"Semua masyarakat harus ada di wilayahnya masing-masing untuk pemberantasan sarang nyamuk secara massal selama 14 hari berturut-turut," kata dia.

baca juga: Demi Anak, Padang Gelar Child Centre

Pemkab Sikka akan menurunkan tim para ASN pendamping dusun untuk menggerakan seluruh masyarakat yang ada di 21 kecamatan, untuk bersama-sama melakukan gerakan massal pemberantasan sarang nyamuk selama 14 hari, dengan waktu yang diberikan hanya tiga jam.

"Sepanjang kita belum berantas sarang nyamuk, penyakit DBD akan terus bertambah. Dan pasti jumlah korban yang meninggal akan ikut bertambah," tegasnya. (OL-3)

 

Baca Juga

ANTARA

Gelombang Pemudik Terus Berdatangan

👤MI 🕔Rabu 08 April 2020, 04:15 WIB
GELOMBANG pemudik tetap berlangsung meski pemerintah telah mengimbau agar warga tidak pulang...
ANTARA

Daerah Bersiap Hadapi PHK

👤Lina Herlina 🕔Rabu 08 April 2020, 03:50 WIB
GELOMBANG pemutusan hubungan kerja (PHK) ataupun yang dirumahkan mulai terjadi pada ribuan pekerja di berbagai...
MI/ Akhmad Saufa

Gegara Covid, 2500 Karyawan Hotel di Sumbar Dirumahkan

👤Ant 🕔Rabu 08 April 2020, 01:51 WIB
Sampai saat ini,  tercatat 26 dari 80 hotel di Sumbar yang sudah tutup. Bahkan, dia memperkirakan ada beberapa hotel lagi yang akan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya