Senin 09 Maret 2020, 09:37 WIB

Berbagi Kisah dan Motivasi Melawan Kanker

(Ata/H-1) | Humaniora
Berbagi Kisah dan Motivasi Melawan Kanker

MI/MOHAMAD IRFAN
penyerahan penghargaan kepada para pendukung dan yang ikut berpartisipasi

 

KANKER merupakan salah satu penyakit yang ditakutkan banyak orang. Dia tidak saja telah dinisbahkan sebagai pembunuh nomor wahid di Indonesia. Penyintas kanker sering kali terlebih dahulu mengalami trauma dan hilang semangat hidupnya saat dokter memastikan dia terkena kanker.

Namun, di hari ulang tahunnya yang ke-5, Srikandi Indonesia, satu komunitas penyintas kanker, menepis anggapan-anggapan yang sering menghantui perempuan Indonesia dalam menghadapi penyakit yang satu ini. Melalui karya antologi Lalu Bintang pun Tersenyum Kembali yang diluncurkan kemarin, mereka berbagi kisah-kisah inspiratif di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta.

Dalam antologi tersebut sebanyak 15 Srikandi Indonesia membagikan perjalanan hidupnya saat menjadi penyintas kanker. Tujuannya, agar memberikan gambaran bagi pembaca bahwa berjuang melawan kanker bukanlah hal mudah.

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat yang hadir di acara itu mengapresiasi Srikandi Indonesia yang berani berkarya di tengah ujiannya menghadapi kanker.

"Pasti ketika mereka menulis bukanlah hal yang mudah. Ini kan membuka luka lama. Apa pun sungguh sebuah keberanian yang luar biasa dan bentuk harapan yang ditorehkan," kata Lestari yang akrab disapa Rerie di Gedung Perpustakaan Nasional.

Rerie yang juga seorang penyintas kanker payudara berharap semua penyintas, khususnya perempuan, bisa mendapat kisah inspiratif dari antologi ini. Dia pun menegaskan bahwa kanker bukanlah akhir dari segalanya.

"Kanker tidak bisa membunuh harapan. Kanker merupakan kesempatan dari Tuhan untuk menjalani hidup kedua dan bisa mendapatkan kesempatan lebih baik dan berguna. Kita harus percaya itu rencana Tuhan. Mari kita rayakan kehidupan dan berdamai dengan kematian," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Srikandi Indonesia Yanti Rukmana berharap, Srikandi Indonesia dapat terus memberi inspirasi bagi penyintas kanker untuk terus berjuang.

"Ya, jadi buku ini diterbitkan untuk bebagi pengalaman pengobatan. Diharapkan, dengan membaca buku ini orang akan termotivasi dan merasa tidak sendiri. Keberhasilan kita menjadikan mereka merasa mampu," ucapnya.

Adanya anggapan di masyarakat bahwa penyintas kanker mengungkap hal yang tabu merupakan stigma yang harus diubah

Baca Juga

Dok PT KCN

PT KCN Membangun Negeri Bersama Melawan Covid-19

👤Retno Hemawati 🕔Selasa 07 April 2020, 21:20 WIB
PT KCN mencoba ikut berpartisipasi dalam membantu mengurangi beban pemerintah melalui program CSR yang menjadi program rutin, namun...
DOK TANOTO-GUGUS TUGAS

Tanoto Foundation Donasi APD Dukung Gugus Tugas Hadapi Covid-19

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 April 2020, 19:24 WIB
Bantuan APD ini meliputi 1 juta masker, 1 juta sarung tangan, 3.000 kaca mata, dan 100.000 baju pelindung ICU dan...
ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

IPC Beri Bantuan Dana Perangi Covid-19

👤Widhoroso 🕔Selasa 07 April 2020, 18:30 WIB
Pandemi Covid-19 bisa teratasi dengan gerakan bersama termasuk partisipasi dunia...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya