Senin 09 Maret 2020, 09:09 WIB

Intoleransi Mencuat di Semarang

(AS/N-3) | Nusantara
Intoleransi Mencuat di Semarang

MI/HARYANTO
WALIKOTA SEMARANG Hendrar Prihadi

 

AKSI unjuk rasa sejumlah warga terkait pembangunan Gereja Baptis Indonesia (GBI) di Jalan Malangsari No 83, Kelurahan Tlogosari, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah, merupakan kasus lama.

Untuk menyelesaikan persoalan itu, Wali Kota Semarang menunjuk tim gabungan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna mengkaji dan memutuskan status GBI Tlogosari.

Kemarin, suasana di Kelurahan Telogosari, terutama di sepanjang Jalan Malangsari tempat pembangunan GBI Tlogosari, terlihat tenang.

Sebelumnya, pada Jumat (6/3) berlangsung unjuk rasa menolak pembangunan gereja tersebut. Para pengunjuk rasa beranggapan bahwa pembangunan rumah ibadah itu menyalahi ketentuan izin mendirikan bangunan (IMB).

Padahal, Pemerintah Kota Semarang telah menerbitkan izin prinsip pendirian gereja nomor 452.2/42 tahun 1998 serta IMB nomor 645/387 tahun 1998 untuk mendirikan rumah ibadah di Jalan Malangsari No 83.

Meski begitu, pembangunan GBI di Jalan Malangsari No 83 itu mengalami gejolak cukup lama. Pasalnya, sekelompok warga saat awal pembangunan melakukan protes hingga merusak dan menggembok pintu pagar gereja.

Setelah terhenti cukup lama, pembangunan GBI Tlogosari kembali dilanjutkan pada 2019. Namun, sekelompok warga yang dipimpin Nur Aziz kembali melakukan protes agar pembangunan gereja dihentikan dengan alasan IMB sudah kedaluwarsa.

"Kita tidak intoleransi, terbukti di sekitar kami ada Sekolah Kanisius, enggak masalah. Kita cinta NKRI, kita ingin rukun, dengan orang Kristen, Buddha, Hindu, Konghucu. Kita ini bersaudara," kata Nur Aziz.

Kepala Kesbangpol Kota Semarang Abdul Haris, yang menerima para pengunjuk rasa, berupaya menenangkan. "Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi telah membentuk tim untuk menyelesaikan polemik pembangunan gereja yang terjadi sejak puluhan tahun itu," kata Abdul Haris.

Forkopimda sudah bekerja mengkaji status GBI Tlogosari dan ditargetkan selesai dalam tiga bulan. Sementara itu, Direktur Eksekutif LBH Semarang, Arifin Jaynal, yang menjadi kuasa hukum GBI Tlogosari, menilai aksi protes itu terlalu mengada-ada dan tidak relevan.

Menurutnya, aksi protes pembangunan GBI Tlogosari ialah sebuah bentuk intoleransi karena hanya dilakukan segelintir orang yang terprovokasi. (AS/N-3)

Baca Juga

MI/Solmi

Bupati dan Wali Kota di Jambi Siap Lawan Korona

👤Solmi 🕔Minggu 05 April 2020, 23:41 WIB
Seluruh bupati dan wali kota bersama masyarakatnya siap melakukan pencegahan dan penanganan dampak sosial dan ekonomi akibat pandemi virus...
Dok MI

Pemkot Medan Bantu 5 Kg Beras per Keluarga

👤Yoseph Pencawan 🕔Minggu 05 April 2020, 23:27 WIB
Pemerintah Kota Medan membantu kebutuhan beras warga tidak mampu di tengah tekanan ekonomi akibat pemberlakuan status darurat wabah...
Antara

Gas 3 Kg Langkah, Pengecer Jual Rp 40 Ribu Per Tabung

👤Amirudin AR 🕔Minggu 05 April 2020, 23:21 WIB
Ketika ditanyakan, si pemiliknya mengaku gas sedang tidak ada barang. Kemudian di pintu gudang atau pada bagian depan kedai pengecer...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya