Minggu 08 Maret 2020, 22:34 WIB

Sebulan Terima Rp400 Juta, Petani Bandung Ini Dukung Geratieks

mediaindonesia.com | Ekonomi
Sebulan Terima Rp400 Juta, Petani Bandung Ini Dukung Geratieks

MI/Sumaryanto B
Ulus Pirmawan

 

Petani muda asal Desa Suntenjaya, Bandung Barat, Ulus Pirmawan memilih baby buncis sebagai lahan bisnis masa depan. Produk hortikultura yang biasa dimasak sebagai olahan tumis dan sayur ini dipilih Ulus karena memiliki nilai jual yang tinggi dan potensi pasar internasional yang cukup luas.

"Alhamdulillah berjalannya waktu, baby buncis saya sudah mampu ekspor ke Singapura. Sebaliknya baby buncis super saya menembus pasar negara-negara di Asia," ujar Ulus, Minggu (8/3/2020).

Ulus mengatakan, bisnis pertaniannya semakin maju karena setiap ia mampu memenuhi kebutuhan buncis yang super ke berbagai pasar di dalam dan luar negeri. Khusus baby buncis, Ulus diterima mampu panen dalam kurun waktu 40 hari sekali dengan hasil 40 kilo.

Baca Juga: Ulus Pirmawan, Petani Teladan se-Asia-Pasifik 

 

"Kita bisa menghasilkan 30 hingga 40 kilogram sekali panen. Jadi jika masa panen habis, kita bisa menghasilkan 1 hingga 1,5 ton dengan omzet per bulan mencapai Rp400 juta," katanya.

Sebagai pelaksana bisnisnya agar tumbuh kembang, Ulus dan pemberi kontribusi muda di Jawa Barat mendukung program pergerakan tiga kali ekspor (Geratieks) yang digagas Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Kata Ulus, gerakan tersebut merupakan sinyal bangkitnya roda ekonomi nasional.

"Saya sangat setuju dengan Geratieks karena sebenarnya kita punya peluang untuk memasarkan produk kita ke luar negeri. Bagaimana pun, wabah penyakit virus corona, produk pertanian kita sampai hari ini tetap bertahan dan membutuhkan banyak orang," katanya.

Ulus mengatakan, melanjutkan ini Kementan berhasil memperhatikan detail dan merencanakan program dengan kongkrit. Menurutnya, pola yang dilakukan sudah sesuai dengan perkembangan zaman, karena mengusung konsep pertanian maju, mandiri dan modern.

"Saya yakin program di Kementan akan berhasil karena sudah memerlukan teknologi dan mekanisasi berbasis kecerdasan buatan," katanya.

Di samping itu, tambah Ulus, Kementan juga sudah mempermudah pengusaha tani dalam menangani perizinan ekspor, sehingga usahanya mampu berkembang dengan baik.

"Saya berharap para petani bisa memiliki minimal 1 hektare untuk 1 orang petani. Jika ini sudah disetujui saya optimistis nilai ekspor kita akan meningkat tajam," tutupnya. (RO / OL-10)

Baca Juga

DOK.MANULIFE

AAJI Apresiasi Langkah OJK Tanggulangi Dampak Covid-19

👤Despian Nurhidayat 🕔Minggu 05 April 2020, 14:08 WIB
Kebijakan countercyclical yang dikeluarkan oleh OJK bertujuan untuk menjaga stabilitas kinerja Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) di tengah...
ANTARA

Jelang Ramadhan dan Idul Fitri, Stok Bawang Merah Dipastikan Aman

👤Despian Nurhidayat 🕔Minggu 05 April 2020, 13:54 WIB
Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, mengatakan jelang Ramadhan ini, ketersediaan bawang merah dipastikan...
MI/ARYA MANGGALA

Tarif Baru Wajib Pajak Badan Bisa Diberlakukan

👤Wan/E-1 🕔Minggu 05 April 2020, 07:50 WIB
Untuk masa pajak April 2020, dihitung berdasarkan laba fiskal yang dilaporkan pada SPT Tahunan 2019, tetapi sudah menggunakan tarif baru,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya