Minggu 08 Maret 2020, 21:29 WIB

Menteri LHK dan Gubernur NTB Kompak Puji Inisiatif PLN

Raja Suhud | Ekonomi
Menteri LHK dan Gubernur NTB Kompak Puji Inisiatif PLN

Antara/Ahmad Subaidi
Menteri LHK Siti Nurbaya (kiri) memasukkan pellet kedalam mesin pengubah pellet menjadi gas disaksikan Gubernur NTB Zulkieflimansyah.

 

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengapresiasi upaya PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) karena mampu memanfaatkan sampah menjadi bahan bakar untuk memproduksi energi listrik di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.
 
"Setelah dilihat bagus sekali karena mesin pembuat pelet sampah dibuat sendiri dan tekniknya dengan fermentasi, kemudian hasilnya bisa menjadi substitusi batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU)," kata Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, ketika meninjau lokasi pembuatan pelet sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok,
Kabupaten Lombok Barat, Minggu (8/3).

PLN Gunakan Kabel Laut Dukung Pariwisata Tiga Gili
 
Seperti diketahui, PLN bersama anak usahanya Indonesia Power, mengembangkan penggunaan pelet sampah untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang berkapasitas 3 x 25 Megawatt (MW), yang berlokasi di Desa Taman Ayu, Kabupaten Lombok Barat.
 
Menurut Siti, pengolahan sampah sangat bagus karena tidak hanya bisa menjadi bahan bakar untuk menghasilkan energi listrik, tapi juga bisa menjadi bahan bakar gas.
 
Secara nasional, kata dia, pengembangan energi baru terbarukan sedang diintensifkan oleh Presiden Joko Widodo, bersama beberapa kementerian terkait.
 
"Kita memang sudah harus mengawali itu karena emisi gas rumah kaca batu bara dinilai seharusnya sudah bisa dikendalikan," ujarnya.
 
Oleh karena itu, lanjut Siti, langkah yang sudah dilakukan PLN sudah sangat baik dan menjadi contoh konkrit di lapangan. Hasilnya juga sudah terlihat dan nantinya masyarakat akan dapat manfaat.
 
Ia juga meminta agar pengolahan sampah menjadi pelet di TPA Kebon Kongok bisa ditingkatkan dari 30 ton menjadi 100 ton per hari. Bahkan, bisa menjadi 200 ton per hari seperti keinginan Gubernur NTB. Sebab, volume sampah di TPA Kebon Kongok mencapai 300 ton per hari.
 
"Saya kira pembuatan pelet sampah tersebut contoh yang baik. Kami akan dorong terus dan akan mendukung. Kalau perlu dibuatkan semacam kawasan untuk pusat latihan dan lain-lain," kata Siti.
 
Gubernur NTB H Zulkieflimansyah juga mengapresiasi upaya PLN yang ikut mendukung penanganan persoalan sampah di daerahnya.
 
"Apa yang sudah dilakukan juga menjadi bukti keseriusan dan keberhasilan PLN menjadikan sampah sebagai salah satu bahan bakar untuk menghasilkan energi listrik," ujarnya.
 
Sementara itu, Direktur Bisnis PLN Regional Maluku, Papua dan Nusa Tenggara, Ahmad Rofiq mengatakan pembuatan pelet sampah sebagai bahan bakaruntuk memproduksi energi listrik merupakan implementasi dari program Jeranjang Olah Sampah Setempat (JOSS).
 
Program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTB dalam hal pendampingan kepada pengelola TPA Kebon Kongok. "Selama ini, PLTU Jeranjang menggunakan 100% batu bara. Tapi sekarang bisa disubstitusi dengan pelet sampah sebanyak 60 ton per hari sebagai pengganti batu bara," katanya.
 
General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB Rudi Purnomoloka, menambahkan pihaknya berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTB karena memiliki program Bebas Sampah (Zero Waste). Program bebas sampah tersebut juga bisa menjadi energi dan bisa mengarah kepada ecotourism.

"Program tersebut bisa terus dikembangkan. Bahkan, Gubernur NTB ingin semua desa membuat pelet sampah untuk mandiri energi. Tidak hanya
untuk listrik, tapi juga untuk bahan bakar kompor briket dan gas," kata Rudi. (Ant/E-1)
 

Baca Juga

Istimewa

Melalui Lapak Asik, BPJAMSOSTEK Jakarta Bayarkan Santunan Rp173 M

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 April 2020, 21:56 WIB
Sejak 23 Maret 2020, BPJAMSOSTEK telah menerapkan protokol Layanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik) dalam rangka upaya pencegahan penyebaran...
Antara/Muhamad Nasrun

Peneliti : BLT Di Tengah Wabah Sudah Tepat

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 09 April 2020, 21:15 WIB
Penerima BLT merasa lebih puas dibandingkan bantuan lain seperti beras atau...
AFP

Inovasi Octa Merebut Hati Trader di Pasar Forex

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 09 April 2020, 21:09 WIB
Para trader Foreign Exchange (Forex) diharapkan dapat melirik tawaran yang disuguhkan Broker Forex Straight Through Processing (STP), Octa...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya