Minggu 08 Maret 2020, 23:45 WIB

Indonesia tidak lagi Takut Korona

Indonesia tidak lagi Takut Korona

MI/Fransisco Carollio

 

JANGAN takut pada virus korona karena tidak semua orang yang terkontak oleh pasien positif covid-19 itu akan sakit.

Ahli virologi Mohammad Indro Cahyono mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas muasalnya. “Kalau terprovokasi dengan sumber yang tidak pasti, malah bisa terjadi sebaliknya. Orang yang tadiny­a sehat bisa-bisa jadi sakit karena ketakutan,” tandas Indro Cahyono di hadapan ratusan warga Perumahan Studio Alam Indah (SAI), Sukmajaya, Kota Depok, Minggu (8/3).

Dalam acara bertajuk Indonesia tidak Takut Corona yang dilanjutkan dengan berolahraga bersama itu, warga Perumahan SAI yang berjumlah sekitar 200 orang mengundang ahli virus dengan tujuan mendapatkan informasi valid tentang covid-19.  Warga Perumahan SAI RT 007 RW 07 belakangan khawatir dengan informasi simpang siur atas dua warga Perumahan SAI yang terpapar oleh korona.
Setelah mendapat penjelasan dari Cahyo bahwa tidak semua bisa kena korona, warga perumahan SAI yang tadinya galau menjadi tenang kembali.

Cahyo menyatakan virus tidak hanya berasal dari penciuman dan mulut. Virus juga bisa menyebar lewat pakaian.

“Karena itulah, saya harapkan warga Perumahan SAI bisa menyaring informasi. Kalau informasinya meragukan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau petugas medis rumah sakit,” tegasnya.

Terkait dengan masker, Cahyo mengatakan tidak diharuskan semua memakai masker. Orang sakit yang dianjurkan pakai masker agar penyakitnya tidak menular. “Untuk apa orang sehat pakai masker? Bapak-bapak dan ibu-ibu, saya ingatkan tidak wajib menggunakan masker. Sekarang ini penyebaran virus korona sudah menurun,” serunya.

Ketua RT 007 RW 07 Perumahan SAI Teguh Prawiro mengungkapkan warga dilanda ketakutan karena pernyataan Wali Kota Depok Idris Abdul Somad kepada media massa bahwa setidaknya 50 orang yang berinteraksi dengan dua warga perumahan SAI bisa terinfeksi.

“Kami sudah undang Wali Kota Depok, tapi tak mau hadir. Mestinya hadir, dong, karena beliau yang menyebarkan informasi ke media massa,” tandas Teguh.

Secara terpisah, warga Jakarta dan sekitarnya juga tak terpengaruh oleh hebohnya virus korona. Mereka tetap saja berjubel dengan berolahraga di arena car free day sepanjang Jalan Thamrin, Jakpus, dan Jalan Sudirman, Jaksel, Minggu (8/3) pagi.

Kesempatan itu digunakan tim medis dari Sudinkes Jakpus dan Sudinkes Jaksel untuk menyosialisasikan mengenai covid-19 dengan membuka posko di Patung Kuda Monas, Sarinah, Bundaran HI, dan FX Sudirman. (KG/And/J-2)

 

Baca Juga

Antara

Usul PSBB Disetujui Menkes, DKI Sibuk Susun SOP

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 07 April 2020, 15:37 WIB
Satpol PP akan dilibatkan di bidang penegakkan hukum meskipun pihaknya mengaku hanya bisa memberikan sanksi...
MI/Susanto

Anies Didesak Segera Terbitkan Landasan Hukum Kuat Soal PSBB

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 07 April 2020, 15:25 WIB
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Teguh P. Nugroho mendesak Gubernur Anies Baswedan untuk menerbitkan landasan hukum pelaksanaan...
MI/BARRY FATHAHILLAH

​​​​​​​50 DPRD Depok Dinilai Tumpul Kemanusiaan saat Covid-19

👤Kisar Rajaguguk 🕔Selasa 07 April 2020, 14:55 WIB
Sebanyak 50 DPRD dinilainya lupa diri, padahal mereka bisa menjadi DPRD karena pilihan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya