Minggu 08 Maret 2020, 23:20 WIB

Pemerintah Italia Karantina 16 Juta Warga

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Pemerintah Italia Karantina 16 Juta Warga

AFP

 

PEMERINTAH Italia memerintahkan penutupan wilayah utara dan pembatasan aktivitas di dalamnya mulai Minggu (8/3) demi menekan penyebaran virus korona baru (COVID-19).

Pembatasan itu akan berdampak terhadap 16 juta warga, termasuk di antaranya penduduk kota dagang, Milan. Kebijakan tersebut telah disahkan menjadi undang-undang oleh Perdana Menteri Giuseppe Conte pada Sabtu malam.

Kebijakan baru itu menyebut tidak ada warga yang diperbolehkan masuk dan keluar Lombardy, area dengan pendapatan tinggi di Italia. Termasuk 14 provinsi lain di empat wilayah, di antaranya Venesia, Modena, Parma, Piacenza, Reggio Emilia, dan Rimini.

“Tidak boleh ada aktivitas masuk dan keluar area tersebut, atau di dalamnya, kecuali terkait dengan pekerjaan, situasi darurat, dan kesehatan,” kata Conte dalam jumpa pers yang diadakan pada tengah malam.

“Kami berupaya menekan penyebaran virus dan mengantisipasi agar tidak ada lonjakan pasien di rumah sakit,” tambah dia.

Italia adalah negara paling parah di Eropa dan melaporkan kenaikan tajam dalam infeksi virus mematikan dan misterius itu pada Sabtu.

Langkah-langkah baru, yang juga berlaku untuk pusat keuangan Milan dan hotspot wisata Venesia, bisa berlaku sedini hari Minggu (8/3) dan akan berlangsung hingga 3 April.

Korban tewas akibat Covid-19 di Italia telah melewati 230 jiwa. Pejabat melaporkan lebih dari 50 kematian terjadi dalam 24 jam terakhir. Jumlah kasus yang dikonfirmasi melonjak lebih dari 1.200 menjadi 5.883 orang pada Sabtu.


Terkena dampak

Hingga saat ini sekitar 50.000 orang di Italia utara telah terkena dampak tindakan karantina.

Selain Italia, negara lain di luar Tiongkok yang menjadi sorotan global atas wabah covid-19 adalah Iran, Korea Selatan, dan Jepang.

Tiongkok, Minggu (8/3), melaporkan 27 kematian baru kasus virus korona (Covid-19), sehingga jumlah korban nasional menjadi 3.097 jiwa.

Masih dari Tiongkok, Pemerintah Provinsi Fujian menyatakan, 10 penghuni Hotel Xinjia yang menjadi tempat karantina bagi terduga terinfeksi Covid-19 yang ambruk pada Sabtu (7/3) malam meninggal. Sampai saat ini masih ada 23 penghuni lainnya yang terjebak reruntuhan bangunan hotel di Distrik Licheng, Kota Quanzhou, tersebut.

Dari 48 orang yang berhasil diangkat dari puing-puing bangunan, 10 di antaranya dalam keadaan tidak bernyawa.

Sebelumnya terdapat 71 orang terjebak dalam reruntuhan saat hotel lima lantai yang dibangun pada 2018 itu ambruk pada Sabtu pukul 19.30 waktu setempat (18.30 WIB).

Dari Maladewa juga dilaporkan, dua kasus pertama yang dikonfirmasi virus korona dan menetapkan dua resor pulau di bawah penguncian, ketika pihak berwenang melakukan tes lebih lanjut untuk mencoba membatasi penyebaran penyakit.

“Dua kasus yang dites positif berasal dari sebuah resor. Mereka adalah karyawan resor dan sekarang dikarantina,” kata Ali Waheed, Menteri Pariwisata negara kepulauan itu, yang ekonominya sangat bergantung pada wisatawan asing.  (CNA/AFP/China Daily/I-1)

Baca Juga

AFP/Filippo MONTEFORTE

Angka Kematian Akibat Covid-19 di Italia Naik Lagi

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 07 April 2020, 05:36 WIB
Badan Perlindungan Sipil Italia mengatakan angka kematian harian akibat covid-19 berjumlah 636 pada Senin (6/4) naik dari 525 pada hari...
AFP

Kondisi Memburuk, PM Inggris Dirawat di ICU

👤Rudy Polycarpus 🕔Selasa 07 April 2020, 02:43 WIB
Boris telah menunjuk Menteri Luar Negeri Raab untuk menggantikan peranannya sebagai Perdana...
Dok MI: Duta

Empat Strategi Korsel Hadapi Covid-19 tanpa Karantina Wilayah

👤Antara 🕔Senin 06 April 2020, 21:57 WIB
Mereka mengikuti rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya