Minggu 08 Maret 2020, 22:30 WIB

Penangkapan Pangeran di Saudi Terus Berlanjut

Penangkapan Pangeran di Saudi Terus Berlanjut

AFP
Mohammed bin Salman

 

PENANGKAPAN sejumlah pangeran dan asisten mereka berlanjut di lingkaran Kerajaan Arab Saudi, Sabtu (7/3), setelah putra mahkota kerajaan, Mohammed bin Salman, mengklaim telah menggagalkan sebuah kudeta yang direncanakan dua bangsawan paling senior di negara itu.

Mereka yang disingkirkan itu secara luas dipandang sebagai di antara segelintir oran­g yang masih menjadi aral untuk pengukuhan Pangeran Mohammed bin Salman sebagai raja baru Saudi.

Pangeran Ahmed bin Abdul Aziz, satu-satunya saudara lelaki penuh Raja Salman, dan Mohammed bin Nayef, yang merupakan ahli waris takhta hingga digulingkan Pangeran Mohammed bin Salman, menghadapi dakwaan makar setelah dituduh meng­organisasikan perlawanan terhadapnya.

Penangkapan mereka pada Jumat (6/3) lalu mengejutkan negara dan memicu putaran baru spekulasi tentang raja berusia 84 tahun yang memegang takhta.

Raja Salman, diyakini telah menandatangani surat perintah yang membenarkan penangkapan saudara laki-laki­nya dan orang yang seharusnya menggantikannya, kemudian menunjuk Mohammed bin Salmen sebagai suksesornya.

Sejak saat itu Pangeran Mohammed, sekarang berusia 34 tahun, dengan giat menghancurkan ancaman terhadapnya. Yang paling terkenal pada akhir tahun ialah penahanan banyak elite bisnis negara itu di Ritz-Carlton di Riyadh, termasuk bangsawan senior, yang dipaksa untuk menandatangani aset. Beberapa juga dilucuti dari posisi mereka.

Setahun kemudian, setelah pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di Istanbul, Pange­ran Ahmed dibujuk kembali ke Saudi setelah bertahun-tahun tinggal di pengasingan di London.

Sejak digulingkan, Mohammed bin Nayef telah dicegah meninggalkan kerajaan dan telah menghabiskan sebagian besar waktunya di rumahnya di luar Riyadh. Gerakannya dan orang-orangnya juga telah dipantau secara ketat.

Sepanjang kebangkitan Pangeran Mohammed bin Salman, Raja Salman tetap diam dan tunduk kepada putranya yang juga membangun proyek-proyek pembangunan negara yang mewah. (The Guardian/Hym/X-11)

Baca Juga

Ina FASSBENDER / AFP

Gara-gara Covid-19, Robot Gantikan Mahasiswa Jepang Hadiri Wisuda

👤 Nur Aivanni 🕔Selasa 07 April 2020, 17:19 WIB
Robot itu mengenakan topi dan toga wisuda dalam acara wisuda di Business Breakthrough University di Tokyo. "Wajah" robot adalah...
 SAM PANTHAKY / AFP

907 WNI Jamaah Tablihg Terjebak di Luar Negeri Karena Covid-19

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Selasa 07 April 2020, 16:37 WIB
Setidaknya 907 orang WNI jamaah tabligh masih berada di luar negeri. Sebagian besar berada di...
AFP/CHARLY TRIBALLEAU

'Escape from Tokyo' Jadi Trending Topic

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 07 April 2020, 16:25 WIB
Hanya beberapa jam sebelum Jepang memberlakukan keadaan darurat atas pandemi covid-19 di Tokyo dan enam prefektur lainnya, tagar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya