Minggu 08 Maret 2020, 16:58 WIB

Minim Alat Pelindung, Tim Medis RSUD dr Soekardjo Pakai Jas Hujan

Kristiadi | Nusantara
Minim Alat Pelindung, Tim Medis RSUD dr Soekardjo Pakai Jas Hujan

MI/Kristiadi
Tim petugas ruang isolasi khusus RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalayagunakan alat pelindung diri memakai jas hujan.

 

Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Kesehatan belum mampu menyediakan alat pelindung diri untuk di ruang isolasi khusus RSUD dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Saat menangani tiga pasien yang selama itu dirawat hingga dirujuk ke RSU Gunung Jati Kota Cirebon, tim petugas hanya memakai jas hujan.

Para petugas medis yang hendak berangkat ke Cirebon untuk mengantar tiga orang asal Filipina, Jakarta, dan Tasikmalaya tersebut, terpaksa menggunakan jas hujan sebagai alat pelindung diri.

Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman mengatakan, pihaknya membenarkan selama ini tim medis RSUD dr Soekarjo memang menggunakan jas hujan untuk pelindung diri. Karena, alat yang biasanya digunakan berada di ruang isolasi tersebut hanya dipergunakan satu kali pakai dengan keterbatasan itu para petugas terpaksa harus membelinya seharga Rp50 ribu.

Baca Juga: Diduga Terjangkit Korona, 6 Orang Diperiksa di Sulianti Saroso

"Memang untuk alat pelindung diri yang ada di ruang isolasi khusus sangat minim mengingat jas tersebut dipergunakannya hanya satu kali. Namun, dengan keterbatasan jas pelindung itu tim petugas terpaksa harus membeli jas hujan yang sederhana tapi saat ini pemerintah juga tetap berupaya meminta bantuan kepada Kementrian Kesehatan untuk mengirimkan alat pelindung diri (APD)," katanya, Minggu (8/3/2020).

Budi mengatakan, kondisi alat pelindung diri di ruang isolasi khusus RSUD dr Soekardjo saat ini memang minim dan belum ada bantuan dari pemerintah pusat. Alat ini sangat diperlukan saat waspada virus korona.

Untuk alat pendeteksi suhu badan atau thermal scanner juga terbatas. Sekarang ini hanya memiliki 4 buah.

"Untuk alat pendeteksi suhu badan memang sekarang ini sulit didapatkan karena banyak yang memborong, tetapi kami juga selama ini masih berharap agar Kementrian Kesehatan bisa mengirimkannya. Karena, alat tersebut telah ditempatkan di Stasiun KA, Bandara Wiriadinata, RSUD dr Soekardjo dan pemerintah Kota Tasikmalaya," ujarnya.

Baca Juga:Pemerintah diminta Libatkan RS Swasta Deteksi Dini Korona

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya sebagai Juru bicara Crisis Centre Covid-19, Uus Supangat mengatakan, diagnosa tiga pasien yang dirawat di ruang isolasi khusus hingga di rujuk ke Cirebon, warga negara Filipina mengalami radang amandel akut.

"Petugas yang menangani tiga pasien berada di ruang isolasi khusus RSUD dr Soekardjo memang semuanya menggunakan jas hujan dan alat pelindung diri (APD) memang sangat terbatas," paparnya. (AD/OL-10)

Baca Juga

MI/M Yakub

Pemkab Tuban Larang Warga Jual Bantuan Sosial

👤M Yakub 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 15:05 WIB
PEMKAB Tuban, Jatim, mengingatkan agar keluarga penerima  Jaring Pengaman Sosial (JPS) tidak menjual bantuan...
dok.Pusluhtan

IPDMIP Gelar Sekolah Lapang di Food Estate Humbahas

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 14:45 WIB
PETANI di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) antuasias mengikuti Sekolah Lapang (SL) komoditas jagung di  lokasi pengembangan...
DOK Bawaslu Ngada

Perkuat Kehumasan, Bawaslu Ngada Gandeng Jurnalis

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 14:44 WIB
Kunci sukses dalam peliputan yaitu cara kita menggali informasi sekreatif mungkin sehingga menghasilkan karya jurnalistik yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya