Minggu 08 Maret 2020, 16:40 WIB

Antisipasi Dampak Korona, PT MRT Jakarta Kebut Fase 2A

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Antisipasi Dampak Korona, PT MRT Jakarta Kebut Fase 2A

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI
MRT di stasiun Lebak Bulus Jakarta

 

PT Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta berencana mempercepat pengerjaan konstruksi Fase 2A yang saat ini baru saja dimulai. Fase itu akan melanjutkan rute koridor selatan-utara yang sudah selesai dan beroperasi, yakni Lebak Bulus-Bundaran HI sampai ke Kota.

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim menyampaikan percepatan itu untuk mengantisipasi potensi pelambatan pekerjaan sebagai dampak merebaknya virus korona di Indonesia termasuk Jepang, negara asal teknologi MRT yang diadopsi oleh Jakarta.

"Kita mungkin ada penambahan sumber daya dan perlengkapan. Harus bekerja lebih keras," kata Silvia, Minggu (8/3).

Silvia mengatakan hingga saat ini belum ada gangguan dalam pengerjaan proyek MRT Fase 2A. Namun, diperkirakan pelambatan bisa terjadi jika beberapa negara termasuk Indonesia belum bisa menjinakkan virus korona dalam jangka waktu yang panjang.

"Kalau begini terus-terusan, pasti ada dampak ya. Kalau saya bilang tidak ada dampak, bohong itu berarti. Pasti ada," ujarnya.

Baca juga: Mulai Dikerjakan Maret Tahun Depan, MRT Fase 2 Beroperasi 2024

Pelambatan pengerjaan bisa terjadi di segala lini. Contohnya, imbuh Silvia, dalam pengerjaan konstruksi, kontraktor akan mendatangkan para ahli konstruksi dari luar dan dalam negeri sesuai dengan kemampuan yang dibutuhkan. "Padahal untuk berkunjung ke Indonesia dengan virus yang belum mereda bisa jadi nantinya lebih sulit. Sekarang saja sudah sulit kan," tuturnya.

Dari sisi pengerjaan lelang misalnya, hambatan juga akan dihadapi para calon peserta lelang. Saat ingin mengikuti lelang, lanjutnya, kontraktor akan mencari vendor-vendor dan desainer yang dibutuhkan untuk bekerja sama mengerjakan proyek.

Menurut Silvia, kebanyakan penyedia barang dan jasa MRT berada di Singapura dan Jepang. "Dua negara itu telah lebih dulu bergelut dengan virus korona. Melangsungkan meeting secara langsung menjadi sulit. Sementara kalau pekerjaan 'remote' mungkin bisa, tapi tidak akan semaksimal bertemu langsung. Apalagi ini infrastruktur yang kita bicarakan," tandasnya.

Untuk itu, Silvia pun berharap dunia bisa segera meredakan virus korona, sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas lagi. (OL-14)

Baca Juga

MI/Susanto

Aplikasi Grab dan Gojek Sudah tak Layani Layanan Ojol

👤Rudy Polycarpus 🕔Jumat 10 April 2020, 02:02 WIB
Adapun Anies mengatakan, pengemudi ojol hanya boleh mengantar barang selama PSBB diterapkan selama 14 hari sejak Jumat...
MI/ Usman Iskandar

Ada PSBB, Pekerja Konstruksi Dilarang Tinggalkan Lokasi Proyek

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 10 April 2020, 01:12 WIB
Pengelola proyek juga wajib mengkampanyekan pencegahan covid-19 di lingkungan proyek konstruksi termasuk pemeriksaan berkala kesehatan para...
Antara

Selama PSBB Pekerja Konstruksi Harus Tinggal di Mess

👤Antara 🕔Jumat 10 April 2020, 00:40 WIB
Pengelola proyek konstruksi wajib menyiapkan fasilitas tempat tinggal termasuk makan, minum, dan juga fasilitas...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya