Minggu 08 Maret 2020, 09:20 WIB

Kota Betlehem Diisolasi karena Kasus Korona

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Kota Betlehem Diisolasi karena Kasus Korona

AFP/Musa Al SHAER
Seorang petugas Keamanan Palestina sedang meyebrang jalan untuk membagikan makanan ke hotel yang di karantina.

 

KOTA Betlehem di Tepi Barat yang diduduki Israel telah dikunci seusai kasus pertama virus korona baru  (covid-19) Palestina ditemukan di sana dan pihak berwenang mengumumkan keadaan darurat.

Menteri Kesehatan Palestina Mai al-Kaila mengatakan, Jumat (6/3), ­total 16 kasus covid-19 telah terdeteksi di Tepi Barat, termasuk sembilan kasus baru di Betlehem, menurut kantor berita resmi Palestina, Wafa.

Kementerian Pertahanan Israel mengatakan telah memberlakukan tindakan darurat di Betlehem. Semua orang dilarang memasuki atau meninggalkan kota itu. Israel mengendalikan semua pintu masuk ke Tepi Barat, tetapi otoritas Palestina (PA) yang berbasis Ramallah memiliki otonomi terbatas di kota-kota.

Perdana Menteri Palestina, Mohammad Shtayyeh, membuat siaran khusus, Kamis malam lalu, mengumumkan penguncian 30 hari untuk mengatasi penyakit itu.

Muhannad Qaisy, warga Betlehem, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa penguncian seperti itu bukan hal baru bagi orang Palestina.

“Sejujurnya, kita sudah terbiasa dengan tindakan seperti itu, berada di bawah penutupan, orang-orang tinggal di rumah selama beberapa malam, tetapi untuk alasan yang berbeda karena kita hidup di bawah pendudukan,” ujarnya.

Di Italia, jumlah korban tewas karena covid-19 melonjak mencapai 197 orang. Total angka kematian ini diumumkan seusai otoritas Italia mencatat ada 49 orang yang meninggal akibat covid-19 dalam kurun waktu 24 jam.

Pemerintah Italia telah memerintahkan penutupan semua sekolah selama 10 hari. Semua turnamen olahraga, termasuk Seri A, akan berlangsung tertutup tanpa penonton selama satu bulan.

PM Prancis Edouard Philippe, Jumat (6/3), mengumumkan, taman kanak-kanak dan sekolah-sekolah di dua departemen yang paling parah terkena virus korona akan ditutup selama dua minggu mulai Senin (9/3).

Langkah tersebut datang ketika jumlah kematian akibat virus itu naik menjadi sembilan dengan 613 kasus yang dikonfirmasi di Prancis.

“Mulai Senin, nursery, taman kanak-kanak, dan sekolah-sekolah di departemen utara Oise dan timur laut Haut-Rhin akan ditutup selama 14 hari,” kata Philippe.

Iran juga melaporkan peningkatan tajam kasus korona dan akan menggunakan kekerasan untuk menghentikan orang yang bepergian.

Pihak berwenang telah mengonfirmasi 4.747 kasus virus, naik 1.234 pada hari sebelumnya.

Tiongkok melaporkan 28 kematian baru akibat wabah virus korona sehingga jumlah korban nasional menjadi 3.070 jiwa.

Provinsi Hubei, pusat wabah, melaporkan 28 kematian baru. Di ibu kota provinsi, Wuhan, 21 orang tewas.

Di luar Tiongkok, ada 17.481 kasus yang dikonfirmasi terinfeksi virus korona. Sebanyak 335 di antaranya meninggal, termasuk 69 kematian baru. (AFP/Aljazeera/BBC/Hym/I-1)

Baca Juga

AFP/Martin BUREAU

Tunawisma yang Meninggal di Prancis Tetap Dikubur Secara Layak

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 31 Maret 2020, 21:25 WIB
Badan persaudaraan amal dari Saint Eloi di Bethune tetap melakukan pemakaman secara layak pada tunawisma di tengah wabah covid-19 yang...
Antaranews

149 WNI di Fiji Bebas Covid-19

👤Antara 🕔Selasa 31 Maret 2020, 20:26 WIB
Di Fiji terdapat lima warganya terkena...
AFP/NARINDER NANU

Rawat Pasien Covid-19, Dokter di India Pakai Jas Hujan dan Helm

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 31 Maret 2020, 19:02 WIB
Kurangnya alat pelindung diri (APD) di India memaksa beberapa dokter di sana untuk menggunakan jas hujan dan helm sepeda motor saat merawat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya