Minggu 08 Maret 2020, 09:00 WIB

Pondok Pesantren Harus Tanamkan Kerukunan

Indriyani Astuti | Politik dan Hukum
Pondok Pesantren Harus Tanamkan Kerukunan

MI/ADAM DWI
Wapres KH Ma'ruf Amin.

 

PERAN utama pondok pesantren (ponpes) ialah mencetak orang-orang yang nantinya akan menjadi ulama. Untuk itu, ponpes diharapkan tidak hanya mencetak ulama yang paham agama, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai kerukunan.

Demikian disampaikan Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin saat memberikan sambutan dalam rangka menghadiri acara Tablig Akbar dan Haul ke-35 Pondok Pesantren Asshidiqiyah, di Pondok Pesantren Asshidiqiyah, ­Jakarta Barat, kemarin.

Ma’ruf mengatakan ulama mengemban dua tugas penting. Pertama, ­memperbaiki umat, meneruskan ­tugas para rasul terdahulu dalam aspek ekonomi, pendidikan, kebudayaan.

Kedua, lanjut Ma’ruf, menyiapkan regenerasi calon ulama di masa depan. “Ponpes harus mampu memberikan pemahaman narasi-narasi kerukunan sesuai dengan prinsip Islam yang wasathiyah dan rahmatan lil ‘alamiin, tidak saling membenci, dan tidak saling memusuhi,” tegasnya.

Wapres mengungkapkan bahwa peran santri telah diakui keberadaannya oleh negara melalui ditetapkannya Hari Santri Nasional. Oleh karena itu, dia meminta para kiai dan santri harus ikut berperan dalam mengawal negara terkait ideologi dan menyukseskan pembangunan Indonesia.

“Ini sebagai tanggung jawab ­keagamaan, tanggung jawab kebangsaan dan kenegaraan,” terang Ma’ruf.

Menurutnya, agar dapat mewujudkan hal itu, ponpes harus berinovasi secara berkelanjutan. Karena itu, dia menyampaikan apresiasi terhadap program inovasi yang dilakukan Ponpes Asshidiqiyah melalui pendirian Koperasi Jasa Syariah Manbaul Rizki Investama.

“Hal ini sejalan dengan program pemerintah dalam membangun industri ekonomi syariah, mengembangkan industri halal, antara lain industri jasa, barang, dan di bidang wisata,” ucap Wapres.

Lebih lanjut, dia menjelaskan ponpes juga mempunyai andil dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul. Oleh karena itu, kurikulum ponpes harus mencakup sinergi antara pendidikan dan agama. Dia mengingatkan bahwa manusia unggul dibekali oleh akhlak yang mulia.

“Ponpes akan melahirkan banyak manusia yang mempunyai akhlak mulia untuk membawa peradaban negeri ini ke arah yang lebih baik,” harapnya.

Dalam acara tersebut, Wapres didampingi Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar, Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Infor­masi ­Masduki Baidlowi, serta Plt Deputi Bidang Dukungan Kebijakan ­Pembangunan Manusia dan Peme­rataan ­Pembangunan Abdul Mu’is. (Ind/N-3)

Baca Juga

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.

Jokowi-Ma'ruf Hadiri HUT RI ke-75 di Istana, Yang Lain Virtual

👤Dhika kusuma winata 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 21:55 WIB
Upacara di Istana hanya akan dihadiri Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin beserta...
MI/Francisco Carolio

Irjen Napoleon Bakal Diperiksa Sebagai Tersangka

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 17:28 WIB
Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri berencana akan kembali memeriksa Irjen Napoleon sebagai...
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

ICW Desak Kasus Jaksa Pinangki Ditelusuri Hingga ke MA

👤Rifaldi Putra Irianto 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 17:00 WIB
Muncul dugaan bahwa Pinangki memiliki relasi dengan oknum di Mahkamah Agung, sehingga bisa menjanjikan memberikan bantuan berupa fatwa bagi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya