Minggu 08 Maret 2020, 08:20 WIB

Pemerintah Usut TKI Penyumbang Dana ke JAD

Media Indonesia | Politik dan Hukum
Pemerintah Usut TKI Penyumbang Dana ke JAD

MI/Susanto
Tenaga ahli utama Kantor Staf Presiden, Donny Gahral Adian.

 

PEMERINTAH tengah mengusut tenaga kerja Indonesia (TKI) di Singapura yang menyumbang dana ke Jamaah Ansharut Daulah (JAD) basis Indonesia. Tiga TKI dihukum penjara oleh pemerintah Singapura lantaran terlibat mendanai terorisme.

“Saya kira informasi ini sedang diproses. Sedang dicerna baik-baik. Supaya kita tidak salah dalam mengambil keputusan,” kata tenaga ahli utama Kantor Staf Presiden, Donny Gahral Adian, di Jakarta, kemarin.

Donny memastikan pemerintah tidak tinggal diam. Ketiganya terancam pidana di Indonesia. “Kita kan punya interpol. Kita berkoordinasi dengan kepolisian Singapura untuk kemudian bisa ekstradisi dan kemudian mengadilinya di Indonesia,” tegasnya.

Anindia Afiyantari (AA) divonis penjara dua tahun di Singapura, Kamis (5/3). Dia terbukti menyumbang S$130 atau setara Rp1,3 juta kepada kelompok JAD yang berafiliasi ke Islamic State (IS) di Indonesia dan Singapura.

Perempuan 32 tahun itu menjadi pekerja migran Indonesia ketiga yang dijatuhi hukuman oleh ototitas Singapura dalam kasus itu. Sebelumnya, Retno Hernayani (RH) dipenjara 1,5 tahun dan Turmini (TM) dipenjara 3 tahun 9 bulan.

Kepala Fungsi Pensosbud KBRI Singapura, Ratna Lestari Harjana, dalam siaran pers, Sabtu, menyebutkan tiga WNI berinisial AA, RH, dan TM tengah menjalani hukuman di Singapura atas pelanggaran terrorism (suppression of financing) act. Ketiganya diputus dalam sidang terpisah.

RH dan TM diputus bersalah oleh Pengadilan Singapura pada 12 Februari 2020. Keduanya menyatakan menerima putusan itu. Sementara itu, AA masih memiliki waktu 14 hari untuk menerima atau mengajukan banding. “Dalam pemeriksaan persidangan, ketiga WNI tersebut mengaku bersalah (plead guilty) atas dakwaan pengiriman dana untuk mendukung kegiatan organisasi terlarang yang diduga terkait terorisme,” jelas Ratna.

RH telah mengirimkan uang S$140, sedangkan TM mengirimkan S$1.216,73 ke lembaga amal di Indonesia yang diduga mendukung kelompok terorisme. (Ant/P-3)

Baca Juga

Medcom.id/Fachri Auhdia Hafiez

Rasuah akibat Birokrasi

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 26 Oktober 2020, 05:02 WIB
Dari catatan KPK, besaran uang pelicin untuk memperjuangkan dana transfer daerah mencapai 1% dari total...
DOK DTJEN BINA MARGA

Kementerian PUPR Tetap Lanjutkan Pembangunan Jalan Tol

👤Gan/S1-25 🕔Senin 26 Oktober 2020, 04:56 WIB
Target jangka panjang, pemerintah ingin waktu tempuh jalan tol bisa tereduksi hingga 1,5 jam per 100 km. Rencana itu bisa tercapai jika...
Medcom.id

Pengesahan UU Cipta Kerja Beri Kepastian

👤Dhk/Cah/P-1 🕔Senin 26 Oktober 2020, 04:42 WIB
Hanya Pasal 46 yang dikeluarkan dari naskah UU Cipta Kerja lantaran pasal itu dalam proses di Panja DPR sebelumnya disepakati untuk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya