Minggu 08 Maret 2020, 08:00 WIB

Keaslian Keris Diponegoro dari Tiga Dokumen

Ardi Teristi Hardi | Humaniora
Keaslian Keris Diponegoro dari Tiga Dokumen

MI/Susanto
Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid.

 

SEJARAWAN dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Sri Margana memastikan keaslian keris pusaka Pangeran Diponegoro, yang dikembalikan pemerintah Belanda ke Indonesia, pekan ini.

Keaslian keris ini juga diamini Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid, yang juga seorang sejarawan,

Keris Kiai Naga Siluman itu merupakan salah satu pusaka Pangeran Diponegoro yang dikeramatkan dan sudah sangat lama dinyatakan hilang.

“Dari ukiran naga siluman Jawa ini, saya berkeyakinan bahwa keris ini ialah keris Pangeran Diponegoro yang dinamai Naga Siluman,” kata Sri Margana, kemarin.

Margana yang juga anggota Tim Verifikasi Keris Pangeran Diponegoro itu mengatakan Museum Volkenkunde sudah lama mencoba mencari keris Diponegoro yang ada di koleksinya sejak 1984.

Orang pertama yang melakukan upaya ini ialah Pieter Pott, kurator museum, kemudian diikuti Prof Susan Legene dari Frije Universiteit Amsterdam, lalu Johanna Leifeldt dan Tom Quist.

Dari empat peneliti itu ditemukan ada tiga keris yang diduga milik Pangeran Diponegoro. Pada 2019, Tom Quist sepakat dengan pendapat Johanna Leifeldt bahwa dua keris yang lain yang ditemukan Pieter Pott dan Susan Legense dipastikan bukan keris Diponegoro.

Margana mengatakan kepastian bahwa keris Diponegoro ada di Belanda dibuktikan dari tiga dokumen penting.

Pertama, korespondensi antara De Secretaris van Staat dengan Directeur General van het Department voor Waterstaat, Nationale Nijverheid en Colonies antara tanggal 11-15 Januari 1831.

Dalam korespondensi itu disebutkan, Kolonel JB Clerens menawarkan kepada Raja Belanda Willem I sebuah keris dari Diponegoro. Keris itu kemudian disimpan di Koninkelijk Kabinet van Zelfzaamheden (KKVZ). Setelah itu pada tahun 1883, keris ini keserahkan ke Museum Volkenkunde Leiden.

‘’Dokumen kedua ialah kesaksian Sentot Prawirodirjo yang menyebutkan melihat Pangeran Diponegoro menghadiah­kan Keris Kiai Naga Siluman kepada Kolonel Clerens.’’

Sentot merupakan panglima perang pada masa Pangeran Dipenogoro.

Dokumen ketiga ialah catatan dari Raden Saleh, pelukis yang pernah tinggal di Belanda dan melukis penangkapan Pangeran Diponegoro. Catatan Raden Saleh ini dituliskan di bagian sisi kanan surat kesaksian Sentot Prawirodirjo.

Dalam catatan itu Raden Saleh yang telah melihat dengan mata kepala sendiri keris itu di Belanda menjelaskan makna Keris Naga Siluman dan ciri-ciri fisik keris itu. (AT/X-10)

Baca Juga

AFP/Christophe SIMON

Hari Ini, 50 Ribu Alat Tes Covid-19 Tiba dari Korsel

👤Antara 🕔Minggu 05 April 2020, 14:15 WIB
Alat tes Covid-19 itu berupa PCR diagnostic...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

Pemerintah Diminta Fokus Jalankan PSBB

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 05 April 2020, 13:19 WIB
Salah, bila pemerintah menangani pandemi ini dengan menerbitkan kebijakan kedaruratan...
Istimewa

Selebritas, Influencer, VIU Dukung Tenaga Medis Atasi Covid-19

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 April 2020, 13:16 WIB
VIU menggandeng para selebritas dan influencer guna menggalang bantuan pengadaan APD bagi para tenaga medis yang berjuang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya